CIPONDOH – Muda dan berprestasi. Itulah sosok Azmi Rahadi (23) berhasil meraih penghargaan sebagai sosok inspiratif dalam Tangerang Awards tahun 2022. Pemuda lajang ini berhasil berwirausaha budidaya ikan lele dengan menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp 8 juta per bulan.
Melalui CV Hadijaya lele yang didirikannya, Azmi dapat melakukan panen seminggu 2 kali dengan total mencapai 4 kuintal per bulannya. Azmi mengaku usaha yang dirintisnya tak terdampak badai Covid-19. Pesanan ikan lele malah semakin banyak, sebab lele menjadi pilihan lauk-pauk yang banyak disukai masyarakat dengan harga terjangkau.
“Usaha lele itu ibarat jual air mineral walaupun yang jual banyak tetap laku karena banyaknya kebutuhan,” ujarnya. Kesuksesannya mengembangkan budidaya lele berawal saat duduk di kelas 2 SMKN 4 Tangerang. Saat itu Azmi sudah mulai memikirkan masa depannya apakah bekerja atau mendirikan usaha sendiri. “Kalau kerja ya begitu aja ritmenya ikut bekerja dengan orang lain, kalau wirausaha kita harus banyak mikir agar usaha kita jalan terus,” ujarnya.
Keinginan Azmi berwirausaha sejalan dengan minat dan hobinya beternak atau budidaya hewan. Bermodal pengetahuan secara otodidak yang diraih dari internet dan modal sejumlah 5 juta dari orangtuanya, Azmi memberanikan diri membuka 4 kolam lele di belakang rumahnya.
“Pilihannya kenapa lele pertama lele mudah dibudidayakan di lingkungan karena tidak berisik, dan mengeluarkan bau yang menyengat seperti ayam ataupun kambing,” ujar lulusan Universitas Bung Karno ini.
Selama dua tahun yakni 2014 sampai 2016 memulai usaha, Azmi tak mendapatkan untung besar alias tipis. Saat itu hasil panennya dijual ke tengkulak. “Sejak itu mulai berpikir agar usaha ini untungnya besar, maka kita mulai juga tak hanya jadi petani tapi juga jadi tengkulak,” katanya.
Keinginan memajukan usaha bersamaan dengan kesempatan mengikuti pelatihan yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pemkot Tangerang. Azmi mendapatkan pengetahuan baru tentang budidaya ikan lele terutama terkait pakan yang memiliki protein tinggi.
“Dari pelatihan saya belajar membuat pakan yang tinggi protein sehingga mempercepat waktu panen,” ungkapnya.
Pemberian pakan alternatif yang menjadi rahasia dapur budidaya ikan lele nya itu pun dikonsultasikan ke tokoh agama dan sudah melalui uji lab kesehatan. “Pakan yang kami berikan sudah sesuai standar kesehatan dan syariat agama,” katanya.
Azmi menjadi satu-satunya peserta pelatihan yang masih bertahan dengan usaha budidaya ikan lele. Banyak peserta lainnya tak bertahan mengembangkan usaha dengan berbagai sebab diantaranya tak konsisten mengurusi kolam ikan lele. (BNN/AY)
















Komentar