oleh

Komarudin Bocorkan Kunci Kesuksesan Bagi Pelajar Tangerang di Era Industri 4.0.

TANGERANG, Memupuk karir sejak usia muda memang sangatlah diperlukan. Termasuk bagi para siswa yang baru segera akan melepas status sebagai pelajarnya. Hal ini adalah awal dari perjalanan hidup untuk menuju cita-cita yang diinginkan.

Hal itu semua terpaparkan dalam kegiatan “Career Day” yang dihelat oleh Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) se-Kabupaten Tangerang. Dalam acara tersebut, turut hadir Asisten Daerah (Asda I) Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Komarudin, sebagai narasumber.

Tampak ribuan siswa yang hadir begitu antusias mengikuti materi yang juga dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Mohammad Bayuni tersebut.

Dalam paparannya, Komarudin berbagi tips dengan siswa tentang bagaimana membangun karir di era industri 4.0.

“Setelah menamatkan SMA, pertanyaannya adik-adik ini mau kemana?,” tanya Komar menggugah perhatian para peserta.

Menurutnya, menjawab pertanyaan tersebut sangat penting karena erat kaitannya dengan impian berikut perencanaan karir ke depan.

Sedangkan impian dan perencanaan, jelas Komar, merupakan prasyarat seseorang sampai pada kesuksesan.

“Karena ciri-ciri orang gagal itu, dia tidak punya impian, tidak berani bermimpi, juga tidak mau membayar impian, dan pastinya selalu cari-cari alasan,” tegasnya.

Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten itu mengatakan, ada banyak macam profesi yang bisa dipilih untuk menetapkan tujuan serta berkarir ke depan.

Namun apapun profesi itu, kata Komar, yang terpenting ialah terdapat kebulatan tekad, tanggung jawab serta upaya menjalaninya dengan sepenuh hati.

“Makanya pilih tujuan profesi berdasarkan potensi kita, bakat kita, passion kita. Tidak usah karena dipaksa atau dihantui oleh keadaan masa lalu kita,” tuturnya.

Komar menggarisbawahi bahwa seseorang seringkali dihantui oleh bayang-bayang kondisi masa lalu dalam melangkah ke depan. Kondisi itu, antara lain berupa latar belakang keluarga seperti pendidikan, ekonomi atau status orang tua sehingga membuat seseorang tertekan.

Padahal, menurutnya semua itu tidak punya kaitan langsung yang menentukan terhadap kesuksesan seseorang.

“Di mana kita lahir, dilahirkan dari orang tua mana, suku apa, dan kapan kita lahir itu adalah takdir Tuhan. Kita tidak bisa memilih. Tetapi ketika kita sudah lahir, kita mau hidup menjadi apa, Tuhan memberi kebebasan kepada kita bahwa itu adalah pilihan kita,” paparnya.

Oleh karena itu, ketimbang memikirkan masa lalu, Ketua Dewan Pakar ICMI Kabupaten Tangerang itu menyarankan lebih baik fokus mengenali kemampuan diri sendiri.

Selanjutnya, langkah-langkah pengembangan diri perlu terus dilakukan hingga akhirnya sampai pada satu titik yang dicita-citakan.

“Kuncinya jujur, disiplin, kerja keras dan cerdas, kreatif, punya kemampuan menjual gagasan, kemampuan mengelola hidup dan bergaul dengan baik, punya jiwa kepemimpinan, juga semangat dan kepribadian yang kompetitif,” ungkapnya.

Ia yakin, melalui langkah tersebut seseorang tidak hanya selamat dari kegagalan melainkan juga bakal bahagia dalam menjalani kehidupan.

“Tentu, doa terutama doa orang tua juga jadi salah satu kuncinya,” tandasnya. (RMN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya