PANDEGLANG– Cuaca ekstrim di wilayah Kabupaten Pandeglang, mengakibatkan bencana banjir Rob mengepung warga pesisir pantai, di Kecamatan Sukaresmi, Panimbang dan Labuan, Senin – Selasa (6-7/12/2021).
Kondisi itu membuat ribuan warga Kecamatan Sukaresmi dan Panimbang, mengungsi ke wilayah yang jauh dari pesisir pantai. Selain itu, 9 rumah warga pesisir di Kecamatan Sukaresmi rusak, terdiri dari 5 rumah rusak berat dan 4 rumah rusak ringan.
Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pandeglang, Ade Mulyana mengatakan, di wilayah Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi yang terdampak banjir rob ada 9 Kampung, terdiri dari Kampung Sidamukti, Jongor, Sabang, Bintulang, Bayur, Kebon, Kubang Badak, Pesisir dan Kampung Terusan.
“Dari 9 Kampung yang terdampak banjir rob itu, sebanyak 1.064 jiwa dari total 266 Kepala Keluarga (KK) mengungsi di Kantor Desa Sidamukti, Masjid Agung Al Muhlisin, Musala Nurul Iman, Majelis Ta’lim Nurhidayah dan rumah warga,” kata Ade, Selasa (7/12/2021).
Banjir rob yang melanda wilayah Desa Sidamukti juga tambahnya, membuat rumah warga mengalami kerusakan. “Kerusakan rumah di Kampung Jongor RT 001 RW 004, sebanyak lima rumah dengan kondisi rusak berat, dan di Kampung Pesisir RT004 RW 001 dan empat rumah dengan kondisi rusak ringan,” terangnya.
Selain di Kecamatan Sukaresmi, wilayah Kecamatan Panimbang-pun dilanda banjir rob. “Yang terdampak banjir rob di wilayah Kecamatan Panimbang, berjumlah 95 KK dengan jumlah total pengungsi ada sebanyak 285 jiwa,” katanya lagi.
Untuk di wilayah Teluk, Kecamatan Labuan, sejauh ini yang porak poranda dihantam banjir rob itu lapak pedagang kuliner dan penjual ikan. Ade memastikan, tak menelan korban jiwa.
“Alhamdulillah, tak ada korban jiwa. Kami saat ini sedang mendistribusikan logistik untuk para pengungsi,” tandasnya.
Sementara, warga korban banjir di Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, mulai melakukan aktifitas membersihkan rumah mereka yang sempat tergenang air.
Warga Kampung Jongor, Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Saniroh mengatakan, aktifitas bersih-bersih rumah yang dilakukannya dan warga lainnya, menggunakan peralatan seadanya, serta memanfaatkan air genangan banjir yang masih tersisa.
“Air sudah surut, pasir laut pada masuk ke dalam rumah, kayak lumpur gitu. Sekarang lagi dibersihkan,” aku Saniroh.
Menurutnya, meski air sudah surut. Pihaknya masih khawatir dengan banjir rob susulan. Sebab, intensitas hujan masih tinggi. Makanya ia dengan warga lainnya, bakal ke tempat pengungsian lagi, jika bersih-bersih rumahnya sudah diselesaikan.
“Masih takut tinggal di rumah, kemungkinan kami usai bersih-bersih kembali ke pengungsian lagi. Takut malam air laut datang lagi. Mudah-mudahan, nggak banjir lagi,” imbuhnya.(BNN)
















Komentar