SERPONG UTARA, Pak Komeng (87), warga Kampung Sengkol RT 03 RW 01, Setu, Tangerang Selatan beserta keluarganya, terburu-buru datang ke Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan Kota Tangerang Selatan.
Kedatangannya itu bukan untuk melapor adanya peristiwa kebakaran. Melainkan, hendak meminta tolong melepaskan cincin yang kini justru menyiksa dirinya.
Cincin yang melingkar di jari manis tangan sebelah kirinya itu, bukan lagi menjadi perhiasan yang indah. Namun kini justru membuat jemarinya bengkak.
Tak hanya itu, akibat sudah sangat kekecilan, cincin yang ternyata sudah digunakannya sejak berusia remaja itu juga membuat aliran darahnya tersendat. Sehingga, jari manisnya dan sebagian tangannya membiru.
Hal itu pun membuat anak-anaknya panik. Sehingga berusaha untuk membukanya dengan alat seadanya.
“Oleh anaknya diusahakan mengeluarkan cincin dengan benang namun jarinya malah terluka,” ujar Komandan Regu Alpa Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Darusalam, Selasa (8/3/2022).
Setelah itu, lantaran merasa khawatir luka di jari Pak Komeng semakin parah, pihak keluarga pun memutuskan untuk mencari bantuan kepada petugas yang lebih berpengalaman.
Saat senja mulai tiba, Pak Komeng beserta anak-anaknya pun mendatangi Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan yang terletak di bilangan Serpong Utara, Tangsel.
“Untuk meminta bantuan pelepasan cincin yang telah dipakainya sejak masih remaja,” kata Darus.
Mendapati keluhan itu, petugas pun langsung bertindak. Dengan menggunakan gerinda berukuran kecil, cincin itu perlahan mulai diupayakan untuk dilepas.
Proses evakuasi pun berjalan dramatis. Petugas sangat berhati-hati dalam melepas cincin tersebut. Sebab, khawatir malah melukai tangan Pak Komeng.
“Pak Komeng mengalami pembengkakan karena cincin itu. Evakuasi berjalan selama sekitar 40 menit,” tandasnya. (RMN)














Komentar