oleh

SMAN 1 Kota Tangerang Laksanakan PTM, Guru: Sangat Membantu Pembelajaran

TANGERANG – SMAN 1 Kota Tangerang melaksanakan Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada Selasa (8/3/2022).

Dalam kesempatan itu, diawasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan salah satunya Wakil Bidang Kurikulum, Dorlan Siahaan. Dalam penjelasannya, SMAN 1 Kota Tangerang menerapkan 50 persen peserta didik yang masuk, dengan pembagian rolling setiap siswa.

Adapun demikian, PTM dinilai membantu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk lebih efektif. Di samping penyampaian materi yang dirasa kurang selama dilakukan secara online.

“iya kalau penyampaian materi (lebih efektif PTM), kalau kita kan kalau pjj itu banyak media yang dipakai guru-guru, zoom, google meet atau pake gcr,” ujar Heru, Guru Penjaskes ketika diwawancarai, Selasa (8/3/2022).

Di sisi lain, menurutnya masih banyak guru yang belum mengerti mengenai IT. Namun, dengan hal tersebut ada sisi positif bahwa guru dapat mempelajari IT dengan adanya pembelajaran online selama 2 tahun belakangan.

“Seperti itulah untuk ini (PJJ) agak susah. Tapi, kalau dari awal sih guru-guru ga ini (menguasai) IT juga sih ya, jadi alhamdulillah tapi ya kita lama 2 tahun PJJ jadi guru guru lebih paham IT, ini jadi ada plus minusnya,” lanjutnya.

Kendati demikian, Heru mengaku bahwa dari sisi guru bahwa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) lebih membantu guru dalam menyampaikan kurikulum materi pelajaran.

“Tapi, kalau disuruh milih PJJ atau PTM, ya PTM,” tegasnya.

Sebelumnya Pemerintahan Kota Tangerang telah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTMT) sejak 3 Januari 2022. Kemudian hal tersebut terhenti sejak munculnya kasus Covid-19 varian Omicron. Dan mulai diberlakukan kembali sejak 7 Maret 2022 kemarin.

Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka dinilai membantu guru sebab dengan begitu adanya pengontrolan terhadap siswa dalam belajar secara langsung di sekolah.

“Siwa kalau gaada yang mengontrol kan susah, kalau di sini kan ada guru-guru yang mengontrol,” tuturnya.

Di akhir, adapun harapan guru-guru kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yaitu agar pembelajaran dapat kembali dengan normal seperti sedia kala.

“Kita si berharap semuanya bisa normal, KBM bisa normal sebab kita sudah ketinggalan selama 2 tahun siswa untuk mengejar pelajaran,” tandasnya. (SH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya