CIPUTAT – Kabar gembira bagi para pedagang di Pasar Tradisional Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Setelah mengalami revitalisasi, dalam waktu dekat ini pasar dengan wajah baru tersebut mulai dapat ditempati oleh para pedagang.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel, Heru Agus Santoso mengumumkan bahwa Pasar Ciputat ini ditargetkan, mampu ditempati sejak 28 Maret 2022 mendatang.
“Kami, Pemkot Tangsel berkomitmen bahwa mereka (pedagang) akan kita tempatkan sebelum bulan puasa. Rencana seminggu sebelum puasa, tanggal 28-1 April. Jadi pedagang tidak usah resah,” ujar Agus pada Senin (7/3/2022).
Untuk itu, sejak saat ini sosialisasi akan terus digalakkan oleh Disperindag. Jadwal terdekat, sosialisasi itu akan dilakukan besok, Selasa (8/3/2022).
“Sosialisasi secara luring dan daring. Kita undang hanya 60 orang di sesi pertama dan 60 sesi kedua. Lalu kita juga undang secara darin. Kita undang juga ke masing-masing koordinator per komoditi. Mereka yang nyebar siapa saja yang akan mewakili. Sesi pertama pukul 09:30-10.30 WIB, dan sesi kedua 10.45-11.45 WIB,” tuturnya.
Heru mengimbau, agar para pedagang dapat hadir dan mengikuti sosialisasi itu dengan seksama. Namun untuk pedagang yang tidak dapat mengikuti sosialisasi, diharapkan kepada masing-masing perwakilan agar dapat menginformasikan kepada pedagang lain.
“Kami juga tempatkan papan pemberitahuan dan petugas kami akan kami tempatkan. Untuk jawab pertanyaan masyarakat yang ingin tahu,” imbuhnya.
Heru menuturkan hak-hak yang akan diperoleh, di antaranya pedagang akan mendapatkan tempat yang sesuai dengan lokasi saat proses relokasi dilakukan sebelumnya.
“Mereka akan mendapat kios atau los sesuai dengan waktu mereka sebelu direlokasi. Kita akan atur, misalnya mereka sebelumnya dapat kios ya akan mendapat kios, dan mereka yang dapat los akan dapat los,” terangnya.
Jika sudah diberikan, lokasinya nanti akan diatur sedemikian rupa agar tampak wajah baru Pasar Ciputat dapat diakses dengan nyaman.
“Kenapa? Karena kita ingin bahwa gedung bangunan yang setelah direvitalisasi, sudah bagus, sudah menyedot anggaran APBD, kita inginnya pedagang itu ramai. Kita inginnya melakukan penataan dengan zonasi. Jadi pedagang sayur, di tempat khusus sayur, buah di buah,” tuturnya.
“Jadi walaupun pasarnya tradisional, kita ingin pengelolaannya kaya pasar modern. Tradisional tapi per klaster. Nah nanti mereka ditempatkannya sesuai dengan zonasi. Penempatannya mereka pakai undian. Nanti dibedakannya, siapa yang di tengah, kiri atau kanan,” sambungnya.
Dengan begitu, Heru pun mengimbau agar para pedagang kini tak perlu lagi resah.
Terlebih, ia memastikan bahwa saat proses pemindahan itu dilakukan, tak akan ada pungutan yang akan diminta oleh pihaknya.
“Sampai saat ini Pemkot Tangsel tidak pernah melakukan pungutan apapun. Kita tidak pernah menerima atau meminta masalah pemungutan biaya apapun. Jadi kepada pedagang, tidak usah berpikir bahwa ada biaya, pungutan dan segala macem sepeser pun,” terangnya.
Jika pun nantinya ada oknum yang bertindak demikian, Heru meminta agar dapat langsung dilaporkan.
“Kalau ada pegawai Disperindag yang sempat menerima dan ada buktinya. Laporkan kepada kami nanti akan kita kenakan sanksi,” tegasnya.
Heru menuturkan, sepanjang pedagang penuhi proses administrasi yang ditentukan, maka tak ada pungutan yang diminta dalam bentuk apapun.
“Kecuali, kalau nanti mereka sudah menempatkan. Mereka wajib membayar retribusi sesuai dengan Perda retribusi. Per orang per kios Rp54 ribu untuk yang kering, kalau yang basah Rp57 ribu per meter per bulan,” ungkapnya.
“Kalau los itu Rp1.700 untuk yang kering, dan Rp1.800 per meter persegi per hari bagi yang basah,” sambungnya.
Terakhir, Heru pun mengimbau agar para pedagang dapat lebih fokus untuk dapat berdagang dan meramaikan Pasar Ciputat.
“Agar kondisi Pasar Ciputat kondusif, dan bagi mereka yang ingin ikut berdemo diharapkan untuk tidak ikut demo. Kemudian untuk sosialisasi, diharapkan datang dan hadir. Jangan terprovokasi demo dan nanti merugikan. Apalagi kan PPKM ini ada aturan. Kalau ada yang tidak paham, bisa datang ke kepala pasar. Dan ada informasi yang akan kita pasang,” pungkasnya. (RMN)














Komentar