SETU-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas berlangsung aman dan lancar. Setelah sebulan berlangsung, tak ada klaster Covid-19 di sekolah.
Demikian dari hasil evaluasi yang dilakukan Pemkot terhadap pelaksanaan PTM terbatas dari mulai TK, SD, dan SMP.
“PTM sudah berjalan sebulan, Alhamdulillah saya sudah cek kemarin ke sejumlah sekolah ternyata murid yang mengikuti PTM di ratusan sekolah tidak ada yang terpapar Covid-19. Tidak ada klaster di sekolah dan tidak ada kasus yang ditemukan,” ungkap Benyamin Davnie, walikota Tangsel usai rapat paripurna di Gedung DPRD, Kecamatan Setu, Rabu (6/10).
Benyamin menerangkan, dalam masa percobaan PTM terbatas di sekolah dilakukan secara online dan offline. Sekolah yang melaksanakan PTM, sudah mengisi kesiapannya langsung ke sistem daftar pokok pendidikan (Dapodik).
“Selama PTM di sekolah sistem belajar mengajar dilakukan secara hybrid, artinya 50 kelas masuk offline dan 50 persen siswa lainnya belajar online,” terang Benyamin.
Meski tak menemukan ada kasus Covid-19 di sekolah, Pemkot berencana akan menerapkan tes swab bagi seluruh siswa yang telah mengikuti PTM terbatas di sekolah.
“Tapi saya minta untuk dilakukan swab antigen bagi pelajar yang sudah satu bulan ini mengikuti PTM, hasilnya seperti apa. Saya sudah mintakan ke Dinkes untuk melakukan swab antigen bagi siswa yang telah melaksanakan PTM,” pungkasnya.(dra)















Komentar