SETU-Petugas Puskesmas Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) monitoring protokol kesehatan (prokes) di sejumlah sekolah. Hal ini untuk memastikan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas berlangsung aman dari bahaya Covid-19.
Kepala Puskesmas Keranggan, dr Prama S.S menyampaikan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka mempersempit penyebaran Covid-19, terlebih di tengah kegiatan belajar mengajar. Ini terus akan dilakukan di semua sekolah di wilayah kerjanya. Supaya ketika ada yang termonitor positif dari hasil pengecekan akan dilakukan tindakan.
“Jika positif kita anjurkan ke RLC atau yang kontak erat akan kita tracing termasuk kepada siswa jika memang demikian. Maka dari itu nanti kita akan lihat jadwal masuknya gimana. Intinya apabila ada yang positif, kami bergerak cepat supaya tidak terjadi penyebaran lebih luas,” ujarnya.
Pada Selasa (5/10), hari pertama pengambilan sampel di beberapa sekolah. Seluruh sekolah mulai dari PAUD hingga setingkat SMA semua akan dicek. Diharapkan aktivitas kegiatan belajar mengajar berjalan lancar tidak ada yang terpapar Covid-19, kendati memang telah dilakukan vaksinasi, tapi demi kehati-hatian tetap dimonitor.
“Sekaligus monitoring wilayah apakah menerapkan prokes atau tidak. Sebab anjurannya sekolah wajib menjalani prokes seperti tempat cuci tangan, alat pengukur suhu, dan pesertanya juga dibatasi tidak full satu kelas dengan jarak yang telah diatur,” tambah ia.
Lanjutnya, wilayah Puskesmas Keranggan yang mana Kelurahan Kademangan juga masuk daerah kerja terdiri dari PAUD sebanyak 4 titik, TK 10 titik, SD 7 titik dan SMP 4 titik serta SMA 2 titik.
Dirinya berpesan kepada seluruh tenaga pendidik yang bertugas di lingkungan sekolah tetap mengikuti prokes. “Mohon kerjasamanya untuk selalu ingat menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. Selalu perhatikan kesehatan untuk lingkungan kerja, keluarga yang ada di rumah dan lingkungan,” pesannya.
Hal yang sama diungkapkan Sekretaris Kelurahan Kademangan, Nani. Dirinya mendukung penuh kegiatan pengambilan sampel di sekolah-sekolah. Dengan pola seperti itu, akan lebih mudah mendeteksi apabila terjadi penularan Covid-19 dari satu orang ke orang lain dapat segera ditangani.
“Pada dasarnya kami mendukung kegiatan tersebut. Ini sebagai salah satu upaya untuk memastikan apakah kasus Covid-19 benar-benar sudah tidak ada lagi sehingga kegiatan masyarakat bisa berjalan normal kembali terutama di bidang pendidikan,” ujar ia. (din)















Komentar