CIPUTAT – Usai perombakan besar terjadi di lingkup pemerintahannya, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie meminta kepada seluruh jajarannya yang baru untuk dapat berlari kencang mencapai target-target yang telah dicanangkan.
Target-target tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangsel 2020-2026.
Ia pun memacu seluruh jajarannya yang baru dilantik di malam penghujung tahun 2021 lalu, untuk mampu bekerja cepat.
“Ya bayangkan saja RPJMD saya 2020-2026, tapi 2024 sudah Pilkada lagi. Sehingga target-target di 2022 dan 2023 ini harus tercapai maksimal 100 persen saya inginnya,” tegas Benyamin saat menghadiri kegiatan serah terima jabatan jajarannya di Lantai 4 Gedung Puspemkot Tangsel, Rabu (5/1/2022).
Orang nomor satu di Tangsel itu menuntut seluruh jajarannya agar dapat bekerja di atas rata-rata.
“Di atas kebiasaan, jangan terlalu normatif. Artinya mereka harus lari itu, mereka kan bekerja tidak lagi dibatasi ruang dan waktu. Kalau jam 12 malam belum selesai, ya bereskan. Jangan tunda besok,” tuturnya.
Untuk mencapai target tersebut, ia memaparkan telah memiliki sejumlah strategi khusus.
“Pertama koordinasi. Fungsi koordinasi yang diusung oleh asisten dan bagian yang terkait. Bagian pembangunan misalnya, bagian perekonomian misalnya. Itu harus maksimalkan. Dan saya minta masukan dari Staf Ahli Wali Kota. Saya minta masukan mau setiap hari, dua hari sekali, seminggu sekali dan sebagainya, apa yang harus saya ambil, sikap-sikap apa. Jadi fungsi itu harus dimaksimalkan,” tuturnya.
Selanjutnya, yakni harus pandai mengidentifikasi seluruh kondisi di lapangan dalam suatu target yang dicapai.
“Kedua, mereka harus pandai segera mengidentifikasi tantangannya apa sih di OPD-nya. Sehingga diperlukan effort yang ekstra pekerjaan yang lebih. Mengerahkan waktu, SDM, dan sebagainya. Kemudian hitung resiko. Misalnya cuaca, dan sebagainya,” terangnya.
Sehingga, kata Benyamin, jangan ada lagi kesalahan-kesalahan yang diperbuat dalam upaya lari kencang Pemkot Tangsel ini.
“Itu patokan buat mereka, bahwa sebelum mengambil keputusan, misalnya ‘oh iya, nih uang saya cairkan, surat saya tanda tangan’. Sebelum keputusan diambil hitung dulu, jangan membuat kesalahan.
Apa saja, di bidang administrasi, jangan sampai ketikan salah, jangan sampai mendelegasikan salah, membuat perencanaan yang salah. Sudah tidak ada kesempatan kita. Saya ingin kita semua bekerja dengan maksimal saja,” tandasnya. (RMN)















Komentar