JAKARTA-Produk-produk berbahan kelapa sawit akrab dalam kehidupan sehari-hari manusia di belahan bumi ini. Keamanannya pun terjamin. Dari mulai sabun mandi, minyak goreng hingga kosmetik.
Kandungan nutrisi dalam buah kelapa sawit di antaranya, karbohidrat, vitamin tinggi, lemak komposisi lengkap, mineral, dan polifenol. Sedangkan, bila sudah jadi minyak sawit merah kandungan nutrisinya terdiri dari lemak komposisi lengkap, vitamin tinggi, dan mineral.
Sementara, produk minyak goreng dari kelapa sawit mengandung lemak komposisi terbatas, vitamin terbatas, dan mineral terbatas. Di dalam minyak sawit merah terdapat kandungan pro vitamin A dan karoten.
Darmono Taniwiryono dari Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia menyarankan, sebaiknya pakai minyak goreng berbahan kelapa sawit yang masih fresh untuk menggoreng. Dan maksimal hanya untuk tiga kali digunakan.
“Minyak hasil menggoreng itu namanya minyak jelantah, dan sangat berbahaya. Minyak ini hanya layak diolah untuk biodesel,” ungkapnya saat webinar Journalist Fellowship Training 2021 yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) pada Rabu (25/8).
Dia menambahkan, minyak kelapa sawit juga lebih bagus dibanding dengan minyak nabati lainnya. Minyak kedelai, minyak jagung, dan minyak bunga matahari tidak semudah minyak sawit untuk mengeksresikanya.
“Untuk itu kita harus mengkonsumsi minyak nabati yang mengandung asam lonoleat (omega 6) di bawah 20 persen. Kalau memaksa di atas itu bisa kegemukan dan potensi serangan jantung,” jelasnya.
Asam linoleat sangat mudah diubah oleh tubuh menjadi asam arakidonat. Asam arakidonat dioksigenasi oleh sistem enzim yang mengarah pada pembentukan kelompok mediator inflamasi yang penting, eikosanoid.
Darmono menerangkan, tuduhan lemak jenuh di minyak kelapa sawit itu berbahaya tidaklah benar.
“Tubuh kita memerlukan lemak jenuh. Selain air, sel-sel kita membutuhkan lemak lebih dari apapun. Membran sel dilindungi oleh dua pasang lapisan lemak. Organel di dalam sel juga membutuhkan dua pasang lapisan lemak. Lemak jenuh yang stabil secara kimia merupakan 50 persen atau lebih dari membran sel atau organel,” ucapnya.
Konsumen tak perlu takut mengkonsumsi secara langsung lemak memiliki ALB (asam lemak bebas) tinggi. Keju mengandung ALB tinggi. Tanpa ALB tidak ada keju. Dan tanpa keju, tidak ada pizza atau kue-kue enak lainnya.
Minyak sawit merah juga bisa difortifikasi dengan sejumlah bahan makanan lainnya seperti singkong, misalnya. Apalagi produksi singkong di Indonesia dari tahun 1993 hingga 2016 memiliki grafik signifikan dari catatan BPS. Hingga 2016, menjadi 30 juta ton. Per tahun naik rata-rata 5 juta ton. (ave)












Komentar