JAKARTA – Gedung Putih mengumumkan sanksi baru terhadap oligarki Rusia. Ini adalah upaya terkini Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, dalam menekan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang terus saja membombardir Ukraina.
Menurut lembar fakta Gedung Putih, daftar sanksi individual itu mencakup nama-nama kroni Putin beserta anggota keluarga dan rekan, yang akan segera diputus dari sistem keuangan Amerika Serikat.
Asetnya di Negeri Paman Sam akan segera dibekukan, termasuk properti.
Sanksi penuh akan dijatuhkan kepada delapan elit Rusia, termasuk anggota keluarga dan rekan. Salah satunya adalah sekutu Putin, konglomerat Rusia Alisher Burhanovich Usmanov. Super yacht dan private jet miliknya, masuk daftar target.
Selain itu, AS juga memberikan sanksi kepada Juru Bicara Putin, Dmitry Peskov, yang digambarkan sebagai provider utama propaganda Putin oleh Gedung Putih.
“Amerika Serikat dan pemerintah di seluruh dunia akan bekerja untuk mengidentifikasi dan membekukan aset elit Rusia dan anggota keluarga mereka di yurisdiksi kami masing-masing. Termasuk kapal pesiar, apartemen mewah, uang, dan keuntungan haram lainnya,” demikian bunyi lembar fakta tersebut.
Berikut daftar nama orang-orang yang akan dikenakan sanksi pemblokiran penuh oleh AS, seperti dikutip CNN, Kamis (3/3):
- Nikolai Tokarev (bersama istrinya Galina, putrinya Mayya dan dua perusahaan real estate mewahnya)
- Boris Rotenberg (bersama istrinya Karina, dan putranya Roman dan Boris)
- Arkady Rotenberg (bersama putranya Pavel dan Igor dan putrinya Liliya)
- Sergei Chemezov (bersama istrinya Yekaterina, putranya Stanislav dan putri tiri Anastasiya)
- Igor Shuvalov (bersama lima perusahaannya, istrinya Olga, putranya Evgeny beserta perusahaan dan jetnya, serta putrinya Maria dan perusahaannya)
- Yevgeniy Prigozhin (bersama tiga perusahaannya, istrinya Polina, putrinya Lyubov, dan putranya Pavel)
- Dmitry Peskov, sekretaris pers Putin
- Alisher Usmanov (super-yacht miliknya merupakan salah satu yang terbesar di dunia, dan baru saja disita oleh sekutu AS: Jerman. Jet pribadinya, merupakan salah satu pesawat milik pribadi terbesar Rusia)AS juga akan memberlakukan pembatasan visa terhadap 19 oligarki Rusia beserta 47 anggota keluarga dan rekan dekat mereka.
Pembatasan ini menargetkan oligarki yang diketahui mengarahkan, memberi wewenang, mendanai, secara signifikan mendukung, atau melakukan kegiatan memfitnah dalam mendukung kebijakan luar negeri Rusia yang tidak stabil.
Selain itu, Departemen Keuangan AS juga akan mengeluarkan sanksi terhadap pihak-pihak yang menyebarkan disinformasi, dan mempengaruhi persepsi atas invasi Rusia ke Ukraina.
Termasuk SDN Strategic Culture Foundation dan outlet terkait seperti Odna Rodyna, Rhythm of Eurasia, dan Journal Kamerton, South Front, SDN InfoRos, New Eastern Outlook, Oriental Review, United World International, dan Geopolitical.
Sanksi ini akan mengarah pada 26 individu yang berbasis di Rusia dan Ukraina, yang memainkan peran sentral dalam organisasi-organisasi ini. (http://rm.id)
















Komentar