oleh

Ganjar Dijelekin Dan Dicuekin Banteng, Kalau Dipecat Ratingnya Bisa Loncat

JAKARTA – Belakangan ini, sejumlah pentolan di PDIP sudah terang-terangan menjelek-jelekkan Ganjar Pranowo di depan publik. Sudah sejak lama juga, Gubernur Jawa Tengah itu, dicuekin dan tidak diundang ke acara banteng.

Padahal, sampai sekarang, Ganjar masih tetap kader banteng. Kenapa banteng tidak berani memecat Ganjar? Mungkin, kalau Ganjar dipecat, ratingnya malah semakin meloncat.

Di tengah elektabilitasnya yang terus menanjak, hubungan Ganjar dengan PDIP semakin berjarak. Sementara, Ketua DPR, Puan Maharani, kader PDIP yang banyak dijagokan para elit partai, elektabilitasnya tak kunjung naik. Ketimpangan elektabilitas inilah yang membuat kondisi di kandang banteng makin bergejolak.

Satu-persatu, petinggi banteng mengeluarkan suara sumbang buat Ganjar. Dimulai dari Bambang “Pacul” Wuryanto, hingga terbaru Trimedya Pandjaitan, politisi senior PDIP yang sudah beberapa periode duduk di DPR. Bahkan serangan yang disampaikan Trimed kepada Ganjar, sangat keras.

Trimed menyebut, gaya Ganjar sekarang ini sudah kemelinthi. Songong, atau congkak. Ganjar dianggap sudah tidak menghargai Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang sampai sekarang belum memutuskan capres. Kata dia, mestinya Ganjar ini sabar.

Jalankan dulu tugas sebagai gubernur dengan baik. Selesaikan berbagai persoalan di Jateng seperti, Wadas, bajir rob, dan kemiskinan. Selain itu, jalin komunikasi dengan jajaran partai di Jateng mulai dari DPC dan DPD.

Menurut dia, selama 8 tahun menjabat sebagai gubernur, Ganjar hanya sibuk main medsos.

“Bagi saya, sebagai kader PDI Perjuangan, Ganjar ini sudah tidak menghargai Ibu (Megawati),” tuding Trimed

Menanggapi serangan itu, Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo membela Ganjar. Rudy, sapaannya, justru menilai Ganjar adalah kader yang menghargai Megawati. Ganjar dinilai taat dan patuh dengan keputusan Megawati terkait Pilpres 2024.

“Kalau ditanya mau nyalon presiden, beliau tegas taat dan patuh pada ketua umum,” kata Rudy di kediamannya, kemarin.

Eks Wali Kota Solo itu tidak sependapat dengan Trimed, kalau Ganajr disebut tidak berprestasi. Menurutnya, Megawati tidak mungkin menugaskan kader yang tak berprestasi sebagai gubernur. Apalagi, Ganjar sampai didukung 2 kali maju sebagai gubernur.

Ketua Relawan GP Mania, Immanuel Ebenezer santai saja menanggapi serangan dari Trimed.

“Risiko orang hebat,” kata Noel, sapaannya, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Menurut dia, serangan Trimed kepada Ganjar bermotif politik. Serangan dilancarkan sebagai upaya membendung elektabilitas Ganjar yang makin tinggi.

“Sepertinya ada yang iri. Saya tidak menyinggung kader lain, tapi ini terasa bermotif politik. Sosok Ganjar tidak diinginkan untuk berkembang,” paparnya.

Menurut Noel, berbagai serangan kepada Ganjar ini justru makin membuat elektabilitas Ganjar naik. Kata dia, lihat saja dalam berbagai survei.

Mulai dari isu celeng, sampai bantuan ditolak, tak pernah bikin elektabilitas Ganjar turun. Bahkan, ia yakin, jika Ganjar dipaksa untuk tidak berkembang atau dipecat, rating Ganjar justru akan meloncat.

“Pada akhirnya ini antara pemilik tiket dan suara rakyat. Mana yang akan menang. Head to head-nya seperti itu. Kehendak rakyat atau elite. Rakyat memilih Mas Ganjar,” klaimnya.

Pakar komunikasi politik, Emrus Sihombing memaparkan ada beberapa alasan kenapa belakangan ini kandang banteng begitu bergejolak. Pertama, PDIP ingin menunjukkan ke publik, adanya demokrasi yang membangun kebebasan berpendapat. Karena itu, satu kader bisa saja memberikan masukan atau kritikan.

Namun, kalau urusan internal partai, kata dia, harusnya kader PDIP tidak membawanya ke publik.

“Kalau dibawa keluar, jadi kontra produktif,” kata Emrus, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.

Di sisi lain, kata Emrus, sikap Ganjar yang tidak tegas membuat persoalan tambah pelik. Ganjar selalu ngeles soal pilpres, tapi membiarkan banyak relawan di lapangan yang mendeklarasikannya sebagai capres. Sikap diam Ganjar ini justru dianggap menikmati dukungan itu.

Mestinya, lanjut dia, Ganjar secara gentle menerima atau menolak dukungan yang diberikan dari para politisi lapangan ini.

“Sikap diam ini tidak baik. Seha rusnya, Ganjar gentle menerima dukungan itu. Atau dia menjawab ada prosedurnya. Jangan dukung saya karena ada prosedur partai,” kata Emrus. (BCG/AY/ rm.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya