SERANG – Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar menyampaikan, akan ‘menggulung’ ASN yang tidak menjalankan tupoksinya sebagai pemberi layanan kepada masyarakat. Selain itu juga ia menyampaikan akan memastikan kondisi investasi di Provinsi Banten kondusif sehingga dapat meningkatkan ekonomi di Banten.
Demikian yang disampaikan oleh Al Muktabar saat mengunjungi kantor Banpos (Tangsel Pos Group) pada Selasa (31/5).
Menurutnya, birokrasi saat ini dituntut untuk dapat melakukan inovasi dan perubahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebab itu, ada amanat bagi birokrasi untuk melakukan reformasi. Namun, ia tidak menampik bahwa di sisi lain, terjadi paradoks birokrasi.
“Jadi birokrasi ini kan merupakan sebuah sistem yang sebenarnya kaku, kemudian dituntut untuk berubah. Tapi yang nuntutnya adalah diri sendiri, ini jadi suatu paradoks,” jelas Al, Selasa (31/5).
Menurutnya, sebagai sebuah ASN, seharusnya memiliki upaya untuk melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena menurutnya, profesi sebagai ASN itu harus siap untuk ditempatkan dimana saja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sedangkan, dia tidak menampik bahwa dalam birokrasi masih terdapat ASN yang ‘nakal,’ yaitu tidak menjalankan tugas pokok dan fungsinya, serta tidak memberikan pelayanan terbaik bahkan mengambil keuntungan dalam melaksanakan tugasnya.
“Jika masih ada ASN yang nakal, saya akan ‘gulung’ (diberikan sanksi, red),” ujar Al.
Ia juga menyatakan, penolakan terkait jabatan fungsional (jafung) juga dirasa kurang tepat. Sebab, menurut Al, jafung tersebut adalah posisi yang strategis dan juga dapat memberikan karir yang jelas bagi para ASN.
“Jabatan fungsional kurang diminati padahal itu sangat strategis. Padahal saya dulu sebelum menjadi sekda menjabat sebagai jabatan fungsional juga,” ungkapnya.
Sebelumnya, Al Muktabar melantik juga sebanyak 374 pejabat administrator dan pengawas menjadi fungsional (jafung) di lingkungan Pemprov Banten, Senin malam (30/5) dilantik.
Dasar pelantikan sesuai dengan Keputusan Gubernur Banten (Kepgub) Nomor 821.2/KEP.80-BKD/2022 tentang Pemberhentian Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas serta Pengangkatan ke Dalam Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemprov Banten.
Meskipun demikian, lanjut Al Muktabar, dirinya juga mengingatkan kepada para pejabat yang disetarakan agar tidak perlu khawatir hak-hak yang didapat berkurang. Muktabar memastikan semua hal ASN tetap sama sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Gubernur sebelumnya.
“Dan saya sangat terbuka membuka ruang diskusi dalam rangka menggiatkan fungsi sebagai bagian dari mengabdikan diri kepada bangsa dan negara terutama Pemprov Banten,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi investasi yang ada di Provinsi Banten. Menurutnya, kondisi kemiskinan dan pengangguran yang ada di Provinsi Banten seharusnya bisa diselesaikan jika kondisi investasi di provinsi yang berdiri pada tahun 2000 ini bisa ramah terhadap investor.
“Kita ini memiliki semua sarana prasarana untuk investasi, jadi seharusnya investor bisa banyak yang masuk,” ujar Al.
Menurutnya, investor seharusnya dapat tenang ketika akan berinvestasi di Provinsi Banten. Sebab itu, ia memastikan bahwa akan mengeliminir hambatan-hambatan bagi para calon investor tersebut.
“Kita gulung kalau memang ada yang menghambat,” jelasnya.
Al mengaku, hal ini dikarenakan, kondisi Banten yang masih membutuhkan adanya lapangan usaha bagi masyarakat. Sedangkan, hal tersebut bisa dientaskan salah satunya adalah dengan mendorong masuknya investor di Banten.
“Ini yang saya sebut paradoks juga, untuk tingkat kemiskinan, kita sudah berkurang, tapi malah penganggurannya meningkat,” jelasnya.
Sebab itu ia berharap agar Banpos dapat membantu rencana tersebut, salah satunya adalah dengan memberikan kritik dan masukan, terutama jika ada temuan penyimpangan yang dilakukan oleh birokrasi.
“Saya tidak masalah jika dikritik. Dan Banpos ini merupakan salah satu media yang mempunyai ciri khas dalam memberikan kritik yang lugas dan faktual,” tandasnya.
Di tempat yang sama, CEO Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group), Kiki Iswara Darmayana, menyatakan bahwa Banten ini memang memiliki banyak potensi untuk mengundang investor datang. Namun, dampak dari Pandemi memang akhirnya mengakibatkan seluruh daerah mengalami kesulitan dalam mengundang investasi datang ke daerah.
“Kita berharap lebih banyak event di daerah untuk mendorong kembali pariwisatanya dan juga mengundang investor datang,” ujar Kiki. (BNN/AY)
















Komentar