CIPUTAT-Sekitar 43 siswa dan guru positif Covid-19. Ini terjadi selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan skrining terhadap 9.013 guru dan siswa.
Skrining dilakukan sejak 23 September hingga 30 Oktober 2021. Skrining dilakukan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan PTM dari mulai PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA di Kota Tangsel.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan skrining PTM di 358 sekolah yang terdiri dari 4 PAUD, 38 TK, 208 SD, 49 SMP, 60 SMA, dan 3 Pondok Pesantren (Ponpes).
“Kita melakukan skrining di 358 sekolah dengan sasaran guru, murid dan lainnya dengan rincian guru sebanyak 3.337, murid 5.012 dan lainnya sebanyak 272 orang,” jelasnya saat rapat Forkopimda di Puspemkot Tangsel, Ciputat, Senin (1/11).
Dengan total keseluruhan sampel 9.013, dengan jenis swab yang digunakan yakni, PCR dan RDT Ag. Hasilnya sebanyak 8.286 negatif dan 43 positif, dengan rate sebesar 0,47 persen.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengungkapkan, bahwa kebijakan PTM terus diupayakan dengan sangat hati-hati. Dinas teknis berupaya keras untuk melaksanakan hal tersebut.
“Kita melakukan skrining ini bentuk antisipasi kita (Pemkot Tangsel-red) menekan penularan Covid-19 bagi peserta didik maupun pengajar,” paparnya.
Benyamin menambahkan, jika sekolah yang terbukti ada siswa atau pengajarnya positif, dirinya menginstruksikan pihak sekolah menutupnya selama selama 3 hari.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Taryono menjelaskan, dari 43 kasus di lingkungan sekolah tersebut per 26 September lalu sudah dinyatakan sembuh. Jadi proses penanganannya sudah selesai.
“Dari 43 kasus itu, sekolah harus melakukan isolasi selama 3×24 jam. Jadi tidak ada kegiatan di sekolah selama itu. Yang yang positif juga melakukan isolasi hingga benar-benar dinyatakan negatif,” terangnya.
Dia menambahkan, bahwa tidak semua sekolah diperbolehkan melakukan PTM terbatas. Sekalipun sudah menyatakan diri untuk siap melakukan PTM di Dapodik yang telah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi.
Dari dapodik yang merekap pernyataan kesiapan PTM itu, untuk tingkat TK sebanyak 208 menyatakan sudah siap melakukan PTM, sementara yang diperbolehkan hanya 111 sekolah saja.
Di tingkat SD, terdapat 309 sekolah yang menyatakan siap, sementara yang sudah memenuhi kualifikasi sebanyak 124 saja.
“Kemudian di tingkat SMP ada 168 sekolah yang mengisi form kesiapan melakukan PTM, tapi di lapangan hanya 103 sekolah saja yang bisa melakukan PTM,” ujar Taryono.(irm)















Komentar