SERPONG-Nawati (32) berharap para pelaku tindak kekerasan terhadap putrinya segera dihukum. Dia berterimakasih kepada kepolisian yang langsung merespon laporannya.
“Syukur Alhamdulillah polisi sudah merespons. Saya tinggal menunggu hasilnya setelah selesai ada pemanggilan ini,” ujar Nawati ketika datang ke Mapores Tangsel, Jumat (30/7).
Sebagai ibu kandung dari W (15) yang menjadi korban kekerasan ayah kandung dan ibu tiri di Pamulang, ia berharap pelaku kekerasan harus menerima hukuman setimpal.
“Mudah-mudahan polisi mengurusnya benar supaya ada tindak pidanannya, biar cepat selesai, anak saya juga tenang. Soalnya kita sekarang tinggal di negeri hukum, ditambah lagi yang melakukan ayah kandung. Saya ingin mengasih pelajaran ke ayahnya juga supaya jera dan tidak ringan tangan,” ungkap Nawati.
Nawati menceritakan awal mula anaknya dianiaya oleh R dan E di Pamulang. W yang sempat marah kepada Nawati lebih memilih tinggal bersama dengan ayah kandung dan ibu tirinya.
“Jadi anak saya lagi marah sama saya, lagi ngambek. Kata saya gini sekarang sudah besar coba rasain enakan ikut mamah atau ayah. Eh ternyata tinggalnya di rumah uwanya bukan sama ayahnya,” papar Nawati.
Tak berselang lama, Nawati mendapat kabar jika anaknya mendapat kekerasan yang dilakukan R dan E. Akan tetapi, kabar tersebut tak langsung dipercayai olehnya.
Namun, sesampainya W di rumah, Nawati mendapati anaknya sudah babak belur. Merasa terpukul anaknya menjadi korban kekerasan, Nawati mendatangi rumah R dan E.
“Pas pulang dilihat keadaannya bibir atasnya jontor, pipi sebelah kiri merah. Saya enggak langsung lapor. Saya ke sana dulu, mastiin mau bertanya. Tapi, enggak ketemu sama ayahnya (pelaku), ada istrinya. Tapi enggak mau nemuin saya. Kalau nemuin, saya mau bertanya kenapa sampai terjadi pemukulan kepada anak saya,” tutur Nawati.(dra)
















Komentar