oleh

MTQ XII Resmi Dibuka Wakil Walikota Tangsel

CIPUTAT-Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII tingkat Kota Tangsel secara resmi dibuka Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan di Balaikota. MTQ digelar 2-5 Juli 2021 di lingkungan Pemkot Tangsel.

Pada pembukaan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangsel Abdul Rojak, Ketua Harian LPTQ Tangsel KH M Sobron Zayyan dan Kabag Kesra Kota Tangsel Heli Slamet, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangsel Aliansyah serta perwakilan BPN dan BNN Kota Tangsel.

Menurut Wakil Walikota, betapa pentingnya MTQ ini untuk selalu diselenggarakan bukan hanya sekedar perlombaan tapi lebih dari itu untuk memupuk aqidah dan memperkokoh motto Tangsel.

“MTQ memiliki peran yang sangat penting sesuai dengan motto religius. Maka dari itu kita jadikan sebagai momentum dalam membebaskan buta huruf bacaan Al Qur’an,” ujarnya.

Terlaksananya acara ini tidak lepas dari peran aktif Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Tangsel. Peran LPTQ lah yang membuat Tangsel selalu juara di tingkat provinsi. Ini sungguh prestasi yang membanggakan.

“Kami mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPTQ yang telah bekerjasama. Tentu berkat kerja kerasnya, Kota Tangsel selalu menjadi juara umum di tingkat Provinsi Banten. Prestasi tersebut dapat kita tingkatkan bahkan sampai tingkat nasional,” jelas Pilar.

Tak lupa dirinya berpesan, pelaksanaan MTQ dilakukan dengan menerapkan prokes ketat. Supaya dapat menekan penularan Covid-19. Baik para khafilah, dewan hakim sampai official mematuhi 5 M. Demikian juga arena secara terpisah satu dengan yang lain.

Ketua Umum LPTQ Tangsel Bambang Noertjahtjo menyampaikan MTQ tingkat Kota Tangsel merupakan agenda rutin dalam rangka keikutsertaan pada MTQ Banten. Sekaligus bagi implementasi bersama membumikan Al Qur’an dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat.

“MTQ ini bukan sekedar wahana berlatih tapi jalan edukasi umat agar semakin mencintai Al Qur’an dalam hari-harinya,” ujarnya.

Lanjut Sekda Kota Tangsel ini, MTQ ke XII digelar empat hari yang diikuti tujuh kafilah dari tujuh kecamatan. Tentu targetnya memperoleh peserta yang berkualitas dari MTQ. Ditambah lagi hakim-hakim yang menilai pernah di tingkat nasional dan internasional.

“Sehingga Insya Allah hasilnya akan mendapatkan kegemilangan. Tentunya selama pelaksanaan panitia penyelenggara secara serius memperhatikan prokes secara ketat. Mulai dari proses pendaftaran dan penampilan shingga tidak terjadi kerumunan,” tambah ia.

Dirinya Haqul yakin bahwa Al Qur’an adalah penawar segala penyakit. Bila diamalkan dengan seyakin-yakinnya Insya Allah dapat dirasakan.

“Kami percaya Al Qur’an obat penyembuh serta rahmat untuk semua. Maka itu berbanding lurus secara lahiriah baik ikhtiar dan tawakal harus sejalan,” pesannya.

Ada 15 cabang yang dilombakan. Pertama tilawah dewasa dan qira’at sab’ah, kedua tilawah remaja dan anak-anak, ketiga murattal dan cacat netra, keempat tahfizh 1 juz dan tilawah 10 juz, kelima Tahfiz 5 juz serta tilawah 20 juz, keenam tahfizh 30 juz serta tafsir Bahasa Arab, ketujuh tafsir Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Lalu kedelapan khath Al Qur’an, sembilan makalah Al Qur’an, sepuluh fahm Al Qur’an, sebelas Syarh al Qur’an, dua belas qira’ah Al kutub Ulya dan hifzh Al hadits, tiga belas qira’ah Al kutub ula dan wustha, empat belas murratal qira’at Quran dan lima belas murratal golongan lansia dan LPTQ award (eksebisi).(din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya