oleh

Tips Lancar Puasa Ramadan Untuk Penderita Diabetes

BINTARO – Ahli Penyakit Dalam dr. RA Adaninggar, Sp.PD angkat bicara soal boleh tidaknya pasien diabetes menjalankan puasa Ramadan, yang akan dimulai pada Minggu (3/4) besok.

Dokter yang akrab disapa Ning ini menjelaskan, pasien diabetes yang menjalani puasa Ramadhan, bisa saja memiliki berbagai risiko yang tidak diinginkan.

Seperti dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), hipoglikemia (gula darah drop), hiperglikemia (gula darah naik), ketoasidosis (keasaman meningkat), dan trombosis (pembekuan darah).

Terkait hal tersebut, dr. Ning menuturkan, dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan, pasien diabetes harus memperhatikan empat hal penting. 

“Pertama, penyesuaian nutrisi dan aktivitas fisik. Kedua, pengaturan dosis obat. Ketiga, pemantauan kadar gula darah. Keempat, kapan seseorang diabetisi harus membatalkan puasanya,” papar dr. Ning melalui laman Instagramnya.

Agar ibadah puasa relatif tak berkendala, pasien diabetes harus memenuhi kebutuhan kalori harian 1.200-2.000 kalori. Dengan pembagian di waktu sahur (30-40 persen), buka (40-50 persen) ditambah camilan sehat (10-20 persen).

Komposisi nutrisinya terdiri dari karbohidrat 40-50 persen indeks glikemik rendah, protein 20-30 persen (kacang, ikan, unggas, daging), lemak 30-35 persen (lemak tak jenuh).

Lemak jenuh dibatasi kurang dari 10 persen total kalori.

“Serat bisa diperoleh dari buah dan sayur. Untuk minum, cukup air putih sekitar 30-50 cc/ kg berat badan. Disesuaikan dengan kondisi ginjal dan jantung,” imbuh dokter asal Surabaya, Jawa Timur ini.

Berikut 5 tips yang dapat membantu kelancaran ibadah puasa pasien diabetes:

1. Makan sahur disarankan seakhir mungkin, sebelum memulai puasa.

2. Makanan yang mengandung banyak gula, minuman manis, sirup, jus kalengan, atau jus segar dengan tambahan gula harus dihindari setelah berbuka puasa, dan di antara waktu makan.

3. Hindari minuman berkafein karena bersifat diuretik, bisa menyebabkan dehidrasi.

4. Aktivitas fisik rutin tetap boleh diteruskan selama bulan puasa.

Olahraga ringan dan sedang dapat dilakukan pada pagi hari, atau setelah berbuka puasa.

Olahraga berat harus dihindari saat jam-jam puasa, karena berisiko hipoglikemia dan dehidrasi.

5. Memantau kadar gula darah secara mandiri, sesuai petunjuk dokter. Ini penting untuk memantau kondisi berbahaya, yang mungkin bisa terjadi pada pasien diabetes yang menjalani puasa Ramadan. (AY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya