oleh

Menhub Pamer Mudik 2022 Sukses Via Jalur Penerbangan Di Forum Singapura

JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi optimistis industri penerbangan segera bangkit usai terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan BKS-sapaan Budi Karya Sumadi, saat menjadi pembicara diskusi bertajuk Reviving Aviation, Re­building Connection, yang men­jadi salah satu rangkaian acara Changi Aviation Summit 2022 di Singapura, kemarin.

Hadir juga sebagai pembi­cara, Presiden International Civil Aviation Organization (ICAO) Salvatore Sciacchitano, Dirjen International Air Transport As­sociation (IATA) Wilie Walsh, Menteri Transportasi Malaysia Wee Ka Siong, CEO Singapore Airlines Goh Choon Pong, CEO Narita Airport Akihiro Tamura, Dirjen Mobilitas dan Transportasi Komisi Uni Eropa Henrik Holo­lei, serta perwakilan dari Federal Aviation Administration (FAA).

BKS yakin, industri penerbangan di sejumlah negara akan pulih. Namun, waktu dan kecepatan pemulihan tentu berbeda-beda. Tergantung dari karakteristik wilayah geografis dan juga kebi­jakan masing-masing negara.

“Saya optimis industri pener­bangan di Indonesia akan kem­bali bangkit dalam waktu dekat. Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat membutuhkan konektivitas mela­lui angkutan udara,” yakin BKS.

Adapun beberapa indikator yang membuat BKS optimis in­dustri penerbangan akan bangkit dari masa turbulensinya. Antara lain, 70 persen penumpang ang­kutan udara adalah penumpang domestik, tingkat vaksinasi yang tinggi, penurunan kasus Covid- 19, pelonggaran pembatasan perjalanan. Dan permintaan masyarakat yang mulai mening­kat terhadap angkutan udara.

“Apalagi, mudik Lebaran tahun ini menjadi momentum kebangkitan industri penerban­gan nasional,” imbuhnya.

Mantan Dirut Angkasa Pura ll ini mengakui, mudik tahun ini menjadi sebuah tantangan. Bagaimana melayani tingginya permintaan masyarakat melaku­kan perjalanan, di tengah menu­runnya jumlah armada pesawat yang beroperasi. Dari sebelum­nya 550 pesawat, kini hanya sekitar 350 pesawat.

“Kami perlu berpikir out of the box untuk menghasilkan skenario terbaik mudik. Yaitu, perjalanan yang selamat dan meminimalkan ketidaknyaman­an yang terjadi,” jelas BKS.BKS mengaku punya jurus jitu untuk mengantisipasi lon­jakan penumpang pesawat saat mudik Lebaran lalu.

Antara lain, mengoptimalkan opera­sional pesawat (dari sehari 5 kali menjadi 8 kali take off landing), memanfaatkan pesawat berba­dan lebar untuk penerbangan domestik pada rute-rute gemuk, meningkatkan jam operasional bandara dan pelayanan navigasi udara (hingga 18-24 jam), dan memastikan aspek keselamatan terpenuhi dengan melakukan ramp check pesawat. Termasuk pemeriksaan kesehatan personel penerbangan.

Selain itu, sejumlah stimulus juga diberikan Pemerintah untuk mendukung industri penerbangan. Misalnya, stimulus untuk fasilitas navigasi kalibrasi penerbangan di 44 bandara dan 100 fasilitas navigasi udara, subsidi berupa Public Service Obliga­tion (PSO) kepada 168 bandara, bantuan keuangan lainnya berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) melalui pinjaman dan hibah luar negeri, serta pemberian relaksasi pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Menurut BKS, pergerakan penumpang angkutan udara pada mudik tahun ini mencatatkan angka tertinggi selama masa pandemi. Hampir mendekati masa sebelum pandemi.

Tercatat, dari data Traveler 2022, pada masa mudik ada 2,9 juta pergerakan penumpang atau 82 persen dari jumlah pemudik tahun 2019, sebelum pandemi.

“Ini menunjukkan optimalisasi utilitas armada pesawat telah efektif dilakukan untuk melayani lonjakan penumpang,” katanya.

BKS berharap, tingginya per­mintaan penumpang saat mudik akan terus berlanjut, sehingga menjadi titik balik kebangkitan industri penerbangan nasional.

“Saya berharap, cerita yang kami sampaikan dalam forum ini dapat bermanfaat bagi sejumlah negara dalam rangka membang­kitkan kembali industri pener­bangan,” harap BKS. (KPJ/AY)

Artikel telah tayang di rm.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya