TANGERANG – Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Tangerang Kota, Ghufron Falfeli angkat suara perihal kasus tenggelam di sungai Cisadane selama sepekan kemarin.
Dirinya menghimbau kepada masyarakat melalui aparat kecamatan untuk antisipasi kondisi saat ini. Dengan tidak berenang sebab kondisi curah hujan sedang tinggi.
“Melalui aparat kecamatan kita berikan informasi untuk warga ya sama-sama antisipasi cuaca saat ini,” tutur Ghufron saat dihubungi, Sabtu (19/3/2022).
“Kondisi di lapangan lagi tinggi (curah hujan), ya kita himbau untuk tidak berenang,” lanjutnya.
Selain itu, Ghufron juga meminta kepada orang tua untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya.
“Juga kita minta pengawasan orang tua, kan yang tenggelam ini kebanyakan anak-anak ya, jadi kita minta keluarga untuk melakukan pengawasan,” jelasnya.
Kata Ghufron, pihaknya selain berupaya untuk menghimbau kepada warga sekitar. Pun akan memberikan pengawasan khusus di sungai Cisadane.
“Mungkin ke depannya kita mau buat sign, tanda peringatan,” jelas Guhfron.
Pihaknya juga akan memberikan tindakan preventif dengan membuat plang tanda peringatan di tempat-tempat yang rawan.
“Kalau dari kita preventifnya nanti kita akan bikin plang, nanti kita kerja sama dengan Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) serta jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) setempat,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, dari pantauan Tangselpos.id, terjadi tiga kasus tenggelam di sungai Cisadane yang memakan korban.
Di antaranya tenggelamnya dua anak berinisial AH (13) dan RF (12) di sungai Cisadane, dekat Jembatan Kaca, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Minggu (13/3/2022).
Kemudian, tenggelamnya pria di sungai Cisadane, Jembatan Merdeka, Sukasari Kec. Tangerang, Tangerang Kota, Senin (14/3/2022).
Serta, Remaja (15) yang dilaporkan tenggelam di sungai Cisadane, Kecamatan Cibodas, Tangerang Kota, Kamis (17/3/2022). (SH)
















Komentar