PONDOK AREN – Aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh segerombolan orang bermotor kembali terjadi di wilayah Tangerang Selatan.
Kali ini, aksi kejahatan itu menimpa seorang remaja berinisial AR (18). Ia diduga diserang oleh gerombolan pelaku saat menongkrong bersama temannya di Jalan Anggrek, Pondok Kacang Timur, Pondok Are, Tangsel.
Menurut informasi dihimpun, peristiwa yang menyebabkan korbannya mengalami luka bacok itu terjadi pada Selasa (29/3/2022) sekitar pukul 03:00 WIB dini hari.
Kejadian itu terjadi dengan begitu brutal. Semula, korban tak merasakan ada yang aneh saat bercengkrama bersama teman-temannya itu.
Namun tiba-tiba, terdapat segerombolan orang bermotor datang menghampirinya dan berhenti tepat di depan area korban berkumpul dengan teman-temannya.
Aksi penyerangan itu pun sempat terekam oleh rekaman kamera pengintai atau Close Circuit Television (CCTV) yang terpasang di sudut salah satu rumah warga.
Sang kakak korban, M Irfan (29) menuturkan, saat peristiwa itu terjadi, adiknya sempat berlari dan terjatuh. Saat itu, korban terkena tebasan benda tajam yang dibawa oleh pelaku.
“Jadi adik saya (AR) jatuh waktu lari, terus dia lompat ke semak-semak. Akhirnya kena sama pelaku, dibacokin adik saya, terus mereka pada pergi,” ungkap M Irfan, Kamis (31/3/2022).
Irfan mengatakan, adiknya mengalami sejumlah luka bacok. Mulai dari bagian kepala, tangan, hingga pundak bagian belakang.
“Ada banyak jahitan, kepala, tangan, sama belakang. Beruntung nyawa nya masih tertolong meski mendapat banyak jahitan luka,” paparnya.
Irfan menduga, para pelaku memang sengaja melakukan aksi brutalnya. Pelaku juga diduga menyerang secara acak, lantaran adiknya tak mengenali gerombolan pelaku.
“Nggak ada yang kenal, jadi mereka itu bawa motor datang tiba-tiba, mungkin sekitar sepuluh motor, pada bawa senjata tajam. Langsung nyerang aja begitu,” tuturnya.
“Kan adik saya sama teman-temannya ini pada bawa motor, tapi motornya nggak diambil. Jadi pergi gitu aja,” sambungnya.
Menurut Irfan, kasus yang menimpa adiknya itu kini sudah dalam penanganan pihak berwajib. Ia pun berharap pihak kepolisian segera meringkus para pelaku guna memberikan rasa aman bagi warga setempat.
“Kemarin sih udah datang polisi, mungkin ditanya-tanyain ya, adik saya, temannya juga dipanggil. Baru kali ini, aduk saya kan nggak ikut yang aneh-aneh apa tawuran atau apa gitu. Maka nya kita jadi resah juga,” terangnya.
Sementara itu, Babinsa TNI Peltu Agus langsung mengecek lokasi kejadian. Dia pun berupaya mencari keterangan lengkap dari saksi-saksi.
“Semalam saya cek ke lokasi. Terus anak-anak itu termasuk yang jadi korban itu juga dikumpulin di Pospol. Kita pantau terus, kita antisipasi agar jangan terjadi lagi kejadian seperti itu,” jelas Babinsa TNI Peltu Agus dikonfirmasi terpisah. (RMN)
















Komentar