oleh

Ini Peringatan Buat Manusia Silver, Jangan Coba-coba Beroperasi di Kota Tangsel

SETU-Pasca diamankannya bayi yang menjadi manusia silver, Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggiatkan razia. Petugas penegak Perda itu lantas menyisir tempat-tempat manusia silver mangkal.

Bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel, aparat menjaring sekitar 14 manusia silver pada Selasa (28/9) malam. Mereka dijaring saat mangkal di lampu merah dan fasilitas publik lainnya di sejumlah lokasi.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel, Muksin Al Fachry menyampaikan, bahwa kegiatan razia manusia silver bersama Dinas Sosial ini menindaklanjuti adanya bayi yang dijadikan manusia silver untuk mengemis beberapa waktu lalu.

Belasan manusia silver ini diamankan dari lokasi-lokasi ruang publik dan menganggu keamanan serta ketertiban. Dari razia yang dilakukan beberapa titik ada 10 orang laki-laki dewasa dan 4 perempuan dewasa. Jadi totalnya ada 14 orang manusia silver.

“Ada 14 orang dewasa yang kita amankan empat di antaranya perempuan. Selain itu kami mengamakan anak-anak juga,” ujarnya.

Untuk anak-anak, satu laki-laki berusia 13 tahun, perempuan 14 tahun, balita laki-laki 3 tahun ada dua, dan perempuan 6 tahun. Pihaknya melakukan monitoring dan razia di persimpangan Muncul, Pamulang, Gaplek, Rempoa Gintung dan Bintaro Plaza Pondok Aren serta Alam Sutra Serpong Utara.

“Kami melakukan penyisiran di titik-titik yang dijadikan mereka aktivitas. Hampir di semua kecamatan kita sambangi. Karena hampir semua wilayah ada titik-titik yang dijadikan mereka lokasi aktivitas dalam kesehariannya,” tambah ia.

Dari hasil razia, didapati keterangan bahwa mereka bekerja hanya tiga jam. Hanya modal cat di seluruh badan kemudian duduk atau nongkrong di perempatan dengan membawa kotak, mereka bisa mengumpulkan uang ratusan ribu rupiah.

“Pendapatan sehari Rp 80.000 sampai dengan Rp 300.000. Manusia silver bergerak rata-rata hanya 3 jam. Bahan yang digunakan cairan sablon baju. Jika kulitnya sensitif, mereka merasakan panas. Dan memang bagi mereka yang pemula rata-rata mengalami hal yang sama yakni terasa terbakar di kulit,” ia merinci.

Sementara, anak-anak yang diamankan diketahui berasal dari luar Tangsel. Termasuk empat orang dewasa. Sedangkan sisanya enam orang dewasa laki-laki berasal dari Kota Tangsel.

“Perempuan dan anak-anak di luar KTP Tangsel. Sedangkan anak-anak di bawah umur dan ibunya dibawa ke Kemensos Balai Melati Bambu Apus Jakarta Timur,” tegas Muksin. (din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya