oleh

Masih Berkibar Di Percaturan Politik Nasional

JAKARTA – Jusuf Kalla (JK) genap berusia 80 tahun pada 15 Mei lalu. Di usianya yang senja ini, apakah peran JK masih berarti dalam percaturan politik nasional?

JK punya pengalaman dan kiprah politik yang mentereng. Pernah menjabat Ketua Umum Partai Golkar, dan dua kali menjabat Wakil Presiden, saudagar Makassar ini diyakini masih punya peran berarti dalam Pilpres 2024.

“Popularitasnya tidak turun. Tidak ada tokoh selain beliau yang namanya justru semakin berkibar ketika tidak lagi menjabat. Saya yakin beliau memiliki pengaruh 20 persen calon pemilih nantinya,” ujar Ketua Dewan Pembina Jenggala Center Iskandar Mandji kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group) kemarin.

Sekalipun usianya sudah senja, peran JK masih besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Faktanya, suami dari Mufidah Jusuf Kalla itu mengemban berbagai jabatan lembaga kemanusiaan, seperti Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Bahkan dalam urusan luar negeri, Pemerintah masih meminta nasihat dan peran JK. Misalnya soal Myanmar dan Afganistan.

Mantan Staf Ahli Wakil Presiden era JK ini menilai, bosnya itu memiliki pengaruh besar dalam peta politik nasional. Prediksinya, pengikut JK mencapai 20 persen calon pemilih di Pemilu 2024.Hitungan itu didasari besarnya pengaruh JK untuk warga Indonesia Timur.

Belum lagi, berbagai organisasi bentukan JK seperti Jenggala Center dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) tersebar di seluruh Indonesia. Ini, pasti bergerak jika mendapatkan arahan JK. “Artinya, siapa pun yang didukung JK nanti, pasti menang,” ujarnya.

Menurutnya, PDIP sebagai partai pemenang pemilu saja saat ini suaranya tidak mencapai 20 persen suara nasional. Nah, JK dijamin bisa menempatkan suaranya dengan orang yang tepat. Angka itu dibuktikan atas kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 yang mendapatkan restu dari JK.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, hingga saat ini JK belum melabuhkan dukungan terhadap salah satu calon di Pilpres 2024. Nantinya, dukungan itu akan diberikan setelah melalui berbagai pertimbangan dan penilaian yang matang.

Pasalnya, pemimpin bangsa hasil Pilpres 2024 nanti tugasnya sangat berat. Ibaratnya, pemimpin nanti tugasnya ‘cuci piring’ atas persoalan bangsa yang terjadi saat ini. Salah satunya, warisan utang yang bunganya saja mencapai Rp 400 triliun.

Belum lagi, persoalan polarisasi yang masih mengakar hingga saat ini. JK sempat menganalogikan Presiden Indonesia berikutnya, harus tahan banting.

Iskandar berdoa, JK diberikan umur panjang dan kesehatan. Pasalnya, selain dianggap sebagai negarawan, JK, sebagai mediator, tokoh bangsa, yang kepemimpinan dan gagasannya sangat dibutuhkan bangsa ini. (BSH/FAQ/AY)

Artikel telah tayang di rm.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya