BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik komitmen Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida untuk terus memperkokoh hubungan antara kedua negara.
Banyak kesepakatan yang ditelurkan dari pertemuan kedua pemimpin itu. Mulai dari kerja sama perikanan, investasi otomotif hingga bidang infrastruktur.
Jokowi menerima kunjungan Kishida, di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat petang.
Penyambutan mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang itu diiringi lagu kenegaraan dari kedua negara. Indonesia Raya dan Kimigayo. Ada juga pengiringan dengan 19 kali tembakan meriam.
Kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan pengisian buku tamu oleh PM Jepang Fumio Kishida.
Lalu keduanya Jokowi dan Kishida menanam pohon cendana di halaman belakang Istana.
Penanaman pohon bersama ini merupakan rutinitas saat menerima kunjungan tamu negara ke Istana Kepresidenan Bogor.
Jokowi berterima kasih atas kunjungan Kishida ke Indonesia. Jokowi menilai kunjungan Kishida sebagai semangat baru untuk bekerja sama memulihkan ekonomi dunia di tengah situasi yang kompleks.
“Perdana Menteri Kishida, selamat datang kembali ke Indonesia, merupakan kehormatan bagi saya untuk menerima kunjungan Yang Mulia dan delegasi. Kehadiran Yang Mulia menjelang akhir bulan puasa memberikan semangat baru bagi kita untuk bekerja sama bagi pemulihan ekonomi di tengah situasi dunia yang sangat kompleks,” ujarnya dalam pernyataan pers bersama PM Jepang, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/4).
“Saya menyambut baik komitmen Yang Mulia untuk terus memperkokoh hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang,” ujar Presiden mengawali pernyataannya.
Jokowi mengatakan, dirinya sudah membahas sejumlah hal dengan Kishida. Mereka bertukar pikiran mengenai kondisi Ukraina kita Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20.
Jokowi menambahkan, kedua pemimpin sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi.
“Di bidang perdagangan, kami akan mengintensifkan negosiasi IJEPA (Indonesian-Japan Economic Partnership Agreement) dan mengurangi hambatan perdagangan agar lebih menguntungkan kedua negara,” katanya.
“Secara khusus, saya menyampaikan permintaan pembukaan akses yang luas bagi produk pertanian dan perikanan Indonesia ke pasar Jepang,” sambungnya.
Di bidang investasi, Kepala Negara menyambut baik ekspansi perusahaan otomotif Jepang seperti Toyota dan Mitsubishi yang akan menjadikan Indonesia sebagai hub otomotif untuk kawasan.
“Tapi, saya juga berharap adanya tambahan investasi baru Jepang di bidang lain, terutama energi, industri semen, teknologi pertanian, dan kesehatan, dan menjadikan Indonesia menjadi bagian penting dari global supply chain industri asal Jepang,” kata mantan Wali Kota DKI itu.
Di bidang infrastruktur, Jokowi menyambut baik kelanjutan proyek Pelabuhan Patimban fase 1 tahap 2 serta penyelesaian proyek infrastruktur yang sudah berjalan, seperti Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transportation/ MRT) Jakarta.
“Ke depannya, Indonesia mengharapkan partisipasi Jepang pada proyek-proyek infrastruktur seperti di Ibu Kota Nusantara dan juga untuk Ambon Port,” harap Jokowi.
Di sektor kelautan dan perikanan, Presiden menyambut baik partisipasi Jepang dalam pembangunan sentra kelautan dan perikanan di Natuna dan Biak yang telah selesai.
Begitu juga komitmen Negeri Sakura itu dalam pembangunan sentra-sentra serupa di Sabang, Moa, Saumlaki, dan Morotai.
Sementara di sektor energi dan lingkungan hidup, Jokowi mengharapkan percepatan tindak lanjut kerja sama transisi energi melalui investasi energi baru terbarukan (EBT). Seperti hidrogen, biomassa, dan metanol, serta finalisasi dan implementasi nota kesepahaman atau MoU kerja sama lingkungan hidup.
“Di sektor ketenagakerjaan, saya menekankan tentang potensi besar pekerja migran Indonesia untuk mengisi lowongan kerja di Jepang. Penguatan kerja sama pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia harus kita kerjakan bersama-sama,” pungkasnya.
Sementara itu, PM Fumio Kishida menyatakan kegembiraannya dapat kembali ke Indonesia setelah 2014. Saat itu, Kishida ke Indonesia sedang menjabat sebagai Menlu
“Walaupun saat ini bulan Ramadan, Bapak Presiden Joko Widodo dan masyarakat Indonesia menyambut kami dengan kehangatan hati. Dalam kesempatan ini, saya ingin ucapkan terima kasih dari lubuk hati,” ujar Kishida.
PM Jepang menyampaikan, tahun depan merupakan 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang serta 50 tahun persahabatan dan kerja sama Jepang-ASEAN.
“Kami menantikan untuk menyambut Bapak Presiden Joko Widodo di Jepang dalam rangka pertemuan khusus tingkat kepala negara untuk mengembangkan hubungan kedua negara serta Jepang-ASEAN lebih lanjut lagi,” tandas Kishida.
Pertemuan itu akan ditutup dengan jamuan makan malam.
Hadir dalam pertemuan itu delegasi pemerintahan Jepang. Sedangkan delegasi Indonesia adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Mensesneg Pratikno, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu Abdul Kadir Jaelani, serta Duta Besar Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi.
Diketahui, Kishida juga dijadwalkan mengunjungi TMP Kalibata pada 30 April 2022 untuk melaksanakan prosesi peletakan karangan bunga. ( http://rm.id /AY)













Komentar