CIPUTAT-Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PKB, daerah Pemilihan (dapil) Tangsel, Ahmad Fauzi mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Makassar. Dia mengungkapkan itu saat kegiatan Banser NU di Ciputat, Senin (29/3).
Fauzi mengatakan, bahwa apapun alasannya bom bunuh diri yang merenggut korban sesama tidak dibenarkan oleh Islam, bahkan oleh agama manapun. Dan hal tersbeut jelas melangar tata nilai kemanusiaan.
“Saya mengutuk keras aksi pengeboman di Makassar, apappun alasannya bom bunuh diri yang merenggut korban sesama tdak dibenarkan oleh agama apapun, dan tata nilai kemanusiaan dari seluruh belahan dunia,” ujarnya
Lanjut Fauzi, terlebih lagi belum lama ini di wilayah hukum Polres Tangsel, tepatnya di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang telah terjadi penangkapan terhadap terduga teroris oleh Densus 88. Tentunya wilayah Banten, Tangsel khususnya juga bisa sangat rentan menjadi tempat persembunyiaan kelompok teroris.
Sehingga menurut Fauzi, semua pihak harus lebih waspada lagi dan harus bisa pula melakukan indentifikasi terhadap pendatang baru di lingkungan masing-masing yang memang timbul kecurigaan.
Bahkan Fauzi akan mengusulkan kepada pemerintah daerah bersama dengan kepolisian agar memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk aktif melakukan diteksi sejak dini di lingkungan masing-masing.
“Mengingat pelaku sering berada di tengah masyarakat, maka pemerintah harus melibatkan seluruh tokoh masyarakat yang paling bawah, jajaran RT atau RW berserta tokoh agama dan tokoh msyarakat di lingkungan RT/RW, dengan cara melatih mereka untuk aktif melakukan deteksi dini pada lingkungan masing masing,” tegasnya.
Fauzi juga mendorong pemerintah untuk memfasilitas kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan di lingkungan RT/RW. “Pemerintah juga harus memfasilitasi kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan di unit yang terkecil RT atau RW, dengan kegiatan rutin kemasayarakatan dan keagamaan, maka akan bisa terdeteksi apabila ada warga yang bertingkah laku mencurigkan,” pungkasnya. (dra)
















Komentar