SERANG-Sebanyak 24 kepala keluarga di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, mendapat bantuan rumah sementara dari Al-Khair Foundation. Mereka adalah keluarga tidak mampu secara ekonomi dan yang pernah terdampak bencana tsunami akhir Desember 2018.
Sokongan tersebut diserahterimakan langsung kepada Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Selasa (30/3). “Kami mengapresiasi dan berterimakasih, serta sangat bermanfaat untuk warga, terutama masyarakat tidak mampu secara ekonomi. Saya mengajak Yayasan Al-Khair untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang,” kata Tatu.
Tatu menerangkan, sumbangan ini sesuai dengan program Pemkab Serang soal pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sekarang, pihaknya mencatat ada sekira dua ribu RTLH yang perlu diperbaiki, dari sekira 12.000 RTLH pada tahun 2016. “Kita terus melakukan pendataan, khawatir ada RTLH yang terlewat,” ujarnya.
Selama ini, kata Tatu, program RTLH tidak hanya mengandalkan program Pemkab Serang, Pemprov Banten dan pemerintah pusat. Akan tetapi, juga melibatkan pihak swasta dan infak Aparatur Sipil Negara (ASN). “Semoga pihak lain juga ikut berpartisipasi dalam program itu,” tuturnya.
Diketahui, Al-Khair Foundation Indonesia adalah lembaga nirlaba yang fokus menyediakan bantuan kemanusiaan meliputi pendidikan, kesehatan, air bersih dan bantuan orang yang terdampak bencana alam dan krisis di Indonesia.
Country Director Al-Khair Foundation-Indonesia, Wawan Yulianto mengungkapkan, pihaknya memberikan bantuan 12 rumah untuk 24 keluarga. Kemudian 10 fasilitas mandi cuci kakus (MCK) dan dua musala. “Seperti kita ketahui, di sini pernah terjadi bencana tsunami pada akhir tahun 2018. Sehingga kami turun tangan membantu, dan semoga bermanfaat,” pungkasnya.(cmb/rie)
















Komentar