BINTARO-Berkunjung ke cafe satu ini harus bisa bahasa isyarat. Soalnya, para karyawannya rata-rata merupakan penyandang disabilitas tunarungu.
Namanya Cafe Serona. Lokasinya di Emerald Club’ House Bintaro, Kecamatan Pondok Aren. Cafe ini memberdayakan karyawannya sekitar 60 persen tunarungu.
Salah satu founder Cafe Serona, Qodarul Akbar menuturkan, berdirinya bisnis ini berawal dari keinginan teman-temannya membuka usaha bisnis cafe dan mengajak penyandang disabilitas untuk bergabung.
“Tertuang ide membuka cafe, karena saya salah satunya aktivis disabilitas, yang dari dulu ingin memberdayakan teman-teman disabilitas yang memang sulit mendapatkan pekerjaan. Bahkan untuk bersosialisasi pun susah,” katanya.
Qodarul Akbar ingin memberikan wadah bagi disabilitas untuk bisa berkreatifitas serta berkarya. “Kita tergerak untuk menjadikan mereka merdeka bareng-bareng sama kita, sama rata dan tidak ada perbedaan. Istilahnya kita memanusiakan manusia dan 60 persen lebih disabilitas dengan standar yang sama. Kita open recruitment juga,” tandasnya.
Berlatar belakang sebagai dokter, dia ingin nantinya para pengunjung juga bisa belajar menggunakan bahasa isyarat dan akan ditempelkan abjad Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) atau huruf-huruf isyarat untuk berkomunikasi.
“Selanjutnya, kita ingin masyarakat paham bahasa isyarat, kayak orang normal. Di sini kalau mau belajar juga terbuka ada yang bantu untuk komunikasi. Rencana di setiap meja ada bahasa isyarat agar bisa duduk belajar bersama. Di sini tidak boleh ada yang merundung,” tuturnya.
Cafe Serona juga menjadi wadah bagi komunitas tunarungu untuk bisa bertukar gagasan dan ide-ide yang mereka punya. “Serona juga menjadi wadah beberapa komunitas tunarungu dimana mereka disambut baik dan tidak boleh ada pengunjung yang merundung dan kesamaan di sini diutamakan,” pungkasnya. (dra)
















Komentar