oleh

Makan di Tempat 20 Menit, Begini Komentar Pemilik Warteg

SERPONG-Aturan makan di tempat tak lebih dari 20 menit pada PPKM level 4 membuat para pemilik warteg kebingungan. Mereka menilai peraturan tersebut bak makan buah simalakama.

Salah satu pemilik warteg di Serpong, Hamima (26) mengatakan, kebijakan makan di tempat tak lebih dari 20 menit tersebut dirasa sulit untuk diterapkan. Dia mengakui, saat ini masih banyak pelanggannya yang makan di tempat lebih dari 20 menit.

Padahal, kata Hamima, para pelanggannya itu sudah banyak yang tahu soal aturan pembatasan makan di tempat tersebut. “Banyak pelanggan udah tahu duluan soal aturan PPKM-nya. Tapi masih banyak yang makannya lebih dari 20 menit,” katanya.

Dirinya pun tak bisa berkutik jika ada pelanggannya yang makannya lebih dari 20 menit. “Bingung mau gimana, masa orang lagi makan diusir, kan nggak enak sama pelanggannya. Kalau dibiarkan tiba-tiba ada razia gimna?” ungkap Hamima.

Sementara, Novi (27), rekan Hamima menimpali, bahwa aturan makan 20 menit di tempat itu susah diterapkan. Dia menganggap, waktu tersebut terlalu singkat. “Yang ada malah keselek,” katanya.

Menurutnya, semenjak PPKM diberlakukan penghasilannya menurun. Pasalnya, wartegnya yang berada di area ramai pusat perbelanjaan dan kawasan elite itu banyak didatangi ojek online dan kuli bangunan.

Mereka, kata Novi, biasanya menghabiskan waktu makan sambil beristirahat dan berbincang dengan rekannya. “Dampaknya terasa banget, penghasilan jadi turun. Yang tadinya banyak dateng karena makan di tempat, jadi berkurang karena nggak bisa makan di tempat,” jelasnya.(dra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya