PAMULANG-Para guru di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi peserta pelatihan Literasi Digital. Kegiatan ini digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel bersama Universitas Terbuka (UT) mulai Juli hingga September secara daring.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Taryono menjelaskan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era Industri 4.0 telah memberikan pengaruh yang besar terhadap proses pengajaran dan pembelajaran. Apalagi saat Indonesia masih berjuang menghadapi pandemi Covid 19.
“Maka pembelajaran dalam jaringan atau daring sangat dibutuhkan saat ini,” ujar Taryono saat menghadiri acara melalui zoom meeting.
Dia menambahkan, penyampaian materi melalui daring dapat bersifat interaktif, sehingga peserta belajar mampu berinteraksi dengan komputer sebagai media belajarnya. Sedangkan penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas proses pembelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka Pondok Cabe, Ucu Rahayu menyampaikan, bahwa tema kegiatan ini adalah Peningkatan Literasi dan Kemampuan Digital Menuju Kota Tangerang Selatan Yang Cerdas dan Modern 2021-2023.
Rencananya dilaksanakan dari Juli sampai dengan September 2021, dengan peserta guru-guru dari tingkat TK/PAUD, SD, SMP dan SMA se-Kota Tangsel.
”Era digital mendorong dunia pendidikan untuk memanfaatkan berbagai teknologi dalam pembelajaran, sehingga guru dituntut untuk kreatif, inovatif dan memiliki berbagai keterampilan, misalnya mengikuti perkembangan teknologi, menggunakan perangkat komputer atau telepon seluler (smart phone), memanfaatkan berbagai sumber belajar yang valid di dunia maya, kreatif membuat media pembelajaran daring, dan menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif,” terangnya.
Penanggungjawab Acara, Siti Aisyah menyampaikan, dosen, tenaga pengajar, dan guru besar FKIP UT yang terlibat pada abdimas tahun ini sekitar 70 orang dari Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Teknologi Pendidikan (TP), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBIN), Pendidikan Bahasa Inggris (PBIS), Pendidikan Matematika (PMAT), Pendidikan Biologi (PBIO), Pendidikan Kimia (PKIM), Pendidikan Fisika (PFIS), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Ekonomi (PEKO), serta Magister Ilmu Pendidikan dan Keguruan (MIPK).
Dia menjelaslan, jika jenis pelatihan pada tahun ini adalah Guru Penggerak Inovasi Pembelajaran (GPIP), Pengembangan bahan ajar digital, Media pembelajaran IPS, Pembelajaran portofolio, Technology Pedagogical Content Knowledge, Literasi sumber pembelajaran digital untuk pengembangan diri guru dan mendukung pembelajaran, Pengembangan modul pembelajaran, Majalah digital, Pelatihan read aloud, Pengenalan literasi dengan big book (TK/SD) dan parenting.(irm)
















Komentar