oleh

Ratusan Ibu-ibu Antre Minyak Goreng Murah di Makodim 0601/Pandeglang

PANDEGLANG – Ratusan warga yang didominasi ibu-ibu rela antre dari pagi hari untuk bisa mendapatkan minyak goreng murah seharga Rp 14.000 per liter di Makodim 0601/Pandeglang, Selasa(29/3/2022). Penjualan minyak goreng yang dilakukan TNI itu merupakan hasil kerja sama dengan Toko Mataram untuk membantu warga mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.

Dandim 0601/Pandeglang, Letkol (Inf) Jani Setiadi mengungkapkan, warga sangat antusias untuk bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga murah. Setiap orang hanya mendapatkan jatah dua liter minyak goreng dengan harga Rp 28.000.

Katadia, dengan kondisi kelangkaan minyak goreng, pihaknya mencoba membantu masyarakat dengan menyediakan minyak goreng murah.

“Kami bersama dengan Toko Mataram membantu masyarakat untuk bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga murah. Kami sediakan 1.500 paket minyak goreng (kemasan dua liter, red) dan animo masyarakat terlihat sangat tinggi,” kata Letkol (Inf) Jani Setiadi, saat memantau proses penjualan minyak goreng.

Dirinya berharap, kegiatan ini bisa sedikit membantu meringankan beban masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan 1443 Hijriah. Dandim juga berpesan, agar warga yang sudah mendapatkan minyak goreng untuk tidak mengantre kembali.

“Kami juga mengimbau agar warga tertib saat antre minyak goreng dan tidak kembali masuk antrean jika sudah dapat (minyak goreng, red). Alhamdulillah kegiatan terpantau kondusif dan berjalan lancar,” pungkasnya.

Sementara,Nurhayati (52), warga Kampung Mauk, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, mengaku jalan kaki dari rumahnya menuju Makodim 0601/Pandeglang hanya untuk mendapatkan dua liter minyak goreng seharga Rp 28.000.

“Saya antre dari jam 8 dan dapat minyak sekitar setengah jam. Minyak ini saya gunakan untuk kebutuhan di rumah, karena sudah tidak ada stok lagi,” ungkap Nurhayati.

Dirinya berharap, pemerintah bisa mengontrol harga minyak goreng agar semakin terjangkau oleh masyarakat. Apalagi saat ini akan menghadapi Ramadan, tentunya kebutuhan semakin banyak.

“Sekarang ini apa-apa harganya naik. Punya uang Rp 50.000 itu habis untuk beli minyak, sedangkan untuk beli beras dan lauk tidak kebagian,” keluhnya.(rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya