oleh

Hebat! Siswa MTSN 1 Tangsel Ini Jadi Pemenang Kejuaraan Robot Tingkat Nasional

PAMULANG, Hebat dan luar biasa, kata itulah yang tepat disematkan bagi Imran, siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tangerang Selatan yang telah menyabet medali emas dalam perlombaan robot bergengsi tingkat Nasional, Minggu (27/3/2022) lalu.

Imran yang kini masih duduk di bangku kelas VIII, berhasil memenangkan jenis perlombaan Humanoid Mission Open Category dalam Indonesia Youth Robotic Competition (IYRC) yang berlangsung di Jungleland Sentul, Bogor.

Imran berhasil mengalahkan ratusan peserta lain perwakilan dari berbagai sekolah di seluruh Indonesia.

“Jadi memang lomba ini sebenarnya adalah bagian dari kejuaraan Internasional. Dalam kategori ini, Imran membuat robot yang berbentuk manusia. Kalau tidak salah kemarin itu ada sekitar 200 sampai 300 peserta,” ujar Sang Ayah, Faisal saat dihubungi Tangselpos.id, Selasa (29/3/2022).

Dalam kejuaraan itu, Imran berhasil memprogram robot buatannya untuk mengatasi segala rintangan.

“Rintangannya tuh, seperti merangkak melewati seperti barak, lalu harus merunduk, lalu mengangkat benda kubus dan dipindahkan, kemudian juga menendang bola dan ada skornya di situ,” tutur Faisal.

Namun yang lebih hebatnya, dalam perlombaan kali ini Imran berhasil mengalahkan peserta lain yang usianya jauh di atasnya.

Hal itu mampu Imran lakukan, hanya dengan persiapan waktu yang terbilang minim.

“Jadi dia buat program, kemudian ditanamkan dan dijalankan menggunakan ponsel. Program jalan, merangkak, menendang, hingga mengangkat barang, dia bikin dan tanam di handphone dan dieksekusi sesuai rintangan yang ada. Persiapannya hanya sekitar dua minggu,” ungkap Sang Ayah.

Keberhasilan buah hatinya ini, kata Faisal, tak lepas dari usaha yang sudah dilakukannya bertahun-tahun. Selain itu, dukungan keluarga dan sekolah pun turut andil dalam kesuksesan Imran dalam perlombaan robot bergengsi ini.

“Memang MTSN 1 Tangerang Selatan ini cukup bagus ya robotic-nya. Imran juga terus dibimbing oleh gurunya, Pak Imam Sucipto selaku pembina robotic ini. Sebelumnya, juga ada beberapa perlombaan yang telah diikuti,” katanya.

Faisal mengatakan, untuk menjadi seorang juara tentu tidak mudah. Selama bertahun-tahun, buah hatinya ini terus mengasah kemampuannya untuk merakit dan membuat program untuk mengoperasikannya.

Tentu, kegagalan kerap kali menjegalnya. Namun, karena kegigihan yang dimilikinya Imran tak putus asa.

“Tentu kalau anak-anak kan harus belajar programing dan mengenal robotic-nya dulu. Terus paham terutama motor-motornya. Dan mereka harus sering latihan. Kendalanya mungkin, kalau persiapannya kurang akan jadi persoalan,” ungkap Faisal.

Selain kemampuan dalam mengoperasikan robot, Faisal mengatakan bahwa kesiapan mental turut menjadi bagian penting bagi buah hatinya dalam menjuarai kompetisi ini.

“Ini yang kemarin terasa sih ya, kejuaraan itu kan mental yang berpengaruh, apalagi kalau lawannya senior. Lalu kalau offline kan atmosfernya juga berbeda. Datang di arena disaksikan lawan dan dinilai oleh juri secara langsung, kadang kadang kalau mereka bisa tapi mentalnya belum siap, akan menjadi kendala. Itu yg baik, dia bisa membentuk mental siswa ini. Mental mereka tangguh,” jelasnya.

Faisal menuturkan, bakat dan ketertarikan anaknya terhadap robot ini sudah terlihat sejak berusia dini.

“Sebenarnya sejak kelas dua SD. Dia sudah suka dan ingin ikut, namun dulu persyaratannya belum bisa karena minimal di sekolahnya dulu adalah kelas 4. Baru saat kelas 4, Imran mulai bergabung dan belajar. Hingga akhirnya kerap kali mengikuti perlombaan, sampai saat ini,” tandasnya.

Keberhasilan Imran di ajang Nasional ini, sekaligus mengantarkannya untuk berkompetisi di ajang Internasional. Ia akan menjadi perwakilan Indonesia dalam kategori perlombaan yang sama. (RMN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya