PAMULANG– Sebanyak 16 tim se-Jabodetabek tampil di Tangsel Pro League 2021. Turnamen digelar di Pamulang Community Center ini untuk U-15 dan U-17 dan berlangsung selama 14 pekan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel, Wiwi Martawijaya menyampaikan dukungan terhadap turnamen Tangsel Pro League 2021 sebagai upaya dalam mewujudkan Kota Tangsel sebagai kota sepakbola yang lebih maju dan profesional dengan target dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
“Tentunya jika bibit-bibit telah dicetak dari sekarang kurang dalam lima tahun sudah dapat terwujud,” ujarnya.
Ketua Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI) Yeyen Tumena berharap pelaksanaan Tangsel League menjadi gambaran para talenscoting untuk Timnas U-16 dan U-18. Oleh sebab itu, ini adalah wadah yang sangat baik dan efektif.
Sedangkan, Ketua Tangsel Pro Akademi, Selamet Ardiansyah menyampaikan program ini dalam konteks harapan bersama, dalam rangka pembinaan usia muda dan usia dini di Tangsel tentang sepakbola. Kegiatan ini adalah bagian daripada para penggiat sepakbola di Tangsel dan di Provinsi Banten serta Indonesia yang mana perlu sadari pembinaan usia muda harus dimaksimalkan.
“Karena bagian dari regenerasi, yang mana kondisinya pada saat ini semaraknya adalah banyak penggiat sepakbola dominasinya Old Stars. Maka jangan sampai ini ketinggalan dengan regenerasinya. Maka kehadiran kita ini menjadi wadah untuk pembangunan usia dini dan muda,” ujar pria akrab disapa Dogay ini.
Ketua Panitia Pelaksana, Yusuf Adi Presetyo menjelaskan, Tangsel Pro League dibuka sejak 20 Maret dengan masa 14 pekan dengan berkahir pada September mendatang, dan Ramadan rehat total. Prokes tetap diutamakan, sesuai dengan anjuran pemerintah supaya tidak terjadi klaster baru. Teknis pertandingan memakai sistem regulasi full kompetisi liga. Jadi ada putaran pertama dan kedua seperti Liga Indonesia. Untuk piala nanti disipkan dari Dispora dan sertifikat atau piagam.(din)
















Komentar