oleh

Ini Penjelasan Lengkap Dubes RI Di Swiss, Soal Upaya Pencarian Putra Gubernur Jabar Yang Terseret Arus Sungai Aare

JAKARTA – Duta Besar (Dubes) RI untuk Swiss dan Liechtenstein Muliaman Hadad menyampaikan informasi terkini soal upaya pencarian Emmeril Kahn Mumtadz,  putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang terseret arus saat berenang di Sungai Aare, Bern pada Kamis (26/5).

“Jadi, pada Kamis, 26 Mei 2022, sekitar pukul 11.24 waktu Swiss, KBRI menerima informasi hilangnya WNI bernama Emmeril Kahn Mumtadz (23) yang akrab disapa Eril, saat berenang di Sungai Aare di Bern. Peristiwa itu terjadi pada pukul 09.40 waktu Swiss. Karena selisih waktunya 5 jam, maka di Indonesia kira-kira pukul 14.40,” papar Dubes Muliaman dalam konferensi pers virtual, Sabtu (27/5).

Eril tiba di Bern bersama keluarga, pada Rabu (25/5) malam sebelum kejadian. 

Begitu menerima laporan, KBRI langsung bergerak menuju lokasi pelaporan di Frebad Marzili, dan bertemu pihak keluarga pada pukul 12 siang waktu Swiss.

KBRI langsung melakukan koordinasi dengan beberapa pihak seperti Kepolisian, UGD di berbagai rumah sakit, dan hotel tempat menginap untuk melacak keberadaan Eril.

Polisi telah melakukan pencarian darurat sepanjang rute renang dan area sekitarnya, sekitar pukul 10 pagi waktu Swiss. 

Berdasarkan laporan area pengunjung sungai, kepolisian telah membentuk tim SAR yang langsung menyisir seluruh area potensial di sepanjang sungai.

Tim SAR berjumlah 20 orang, terdiri dari unsur polisi sungai, medis dan pemadam kebakaran.

“Memang ada khusus polisi sungai. Karena Sungai Aare ini sangat populer. Terutama pada musim semi, panas, dan liburan sekolah. Banyak orang berkumpul di sepanjang sungai ini. Jadi, setiap hari, ada polisi sungai yang bertugas mengawasi sungai ini,” ujar Dubes Muliaman.

Pada masa darurat, yaitu 15 menit sejak laporan diterima, tim SAR melakukan pemindaian menggunakan drone, yang memiliki sensor pendeteksi panas tubuh. Saat itu, suhu air sungai sekitar 16 derajat Celcius. Arusnya kuat.

Setelah 15 menit, pencarian dilanjutkan dengan kapal (boat) dan kendaraan, yang menyisir area darat tepian sungai.

Selama pencarian oleh SAR, KBRI mendampingi keluarga. Menyusuri ke arah lokasi awal dimulainya kegiatan renang. Dengan harapan, bisa ditemukan tanda-tanda atau petunjuk.

“Namun, hingga Kamis (26/5) sore, pencarian belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Pada hari yang sama, saya juga sudah bicara dengan Kepala Protokol Kementerian Luar Negeri Swiss, untuk mendorong pencarian yang optimal,” beber Dubes Muliaman.

Jumat, 27 Mei 2022, tim SAR kembali mengerahkan 20 personel dari unsur polisi dan medis. Dengan cakupan area pencarian sekitar 17 km di sepanjang sungai. Dari Jembatan Tiefenaubrucke, hingga Pintu Air Wohlensee. 

Pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu, disesuaikan dengan situasi setempat. Berbagai model peralatan, disesuaikan dengan situasi.

Penyusuran dimulai dari lokasi awal, menuju area hilangnya kontak. Sungai sepanjang 7 km disusuri, menuju Pintu Air Engehalde.

“Di akhir hari kedua, saya mendampingi orangtua Eril, menemui tim SAR dan kepolisian yang bertugas di lapangan. Tim SAR menegaskan, pencarian Eril merupakan proritas saat ini. Semua metode dicoba,” ujar Dubes Muliaman.

Selanjutnya, pihak Kepolisian Swiss akan terus berkoordinasi, terkait update perkembangan terbaru.

KBRI juga berkoordinasi dengan Direktorat Perlindungan WNI, Kementerian Luar Negeri Indonesia terkait pencarian Eril. Serta berbagai upaya yang dilakukan.

“Hari ini, Sabtu 28 Mei, tim SAR akan melanjutkan upaya pencarian Eril secara lebih intensif, dengan perahu search drone. Menyusuri tepian sungai dan melakukan penyelaman, menyesuaikan dengan situasi,” pungkas Dubes Muliaman. (AY)

Artikel telah tayang di rm.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya