SETU-Terhitung sejak Kamis (21/10) hingga Senin (25/10), pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke Kota Serang terhenti. Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel optimis kegiatan itu akan berjalan kembali.
Kabid Persampahan DLH Kota Tangsel, Wisman Syah menyampaikan, kerjasama dengan Pemerintah Kota Serang telah satu bulan terjalin dan berlaku hingga 31 Desember 2021. Harapan itu menjadi penyemangat dalam mengatasi masalah sampah di Kota Tangsel.
“Jadi jika dihitung ada empat bulan atau empat termin kerjasama tahun 2021. Sudah sebulan atau termin pertama pengiriman sampah berjalan, tapi lima hari ini pengiriman sempat terhenti. Semoga besok (hari ini) kembali normal,” ujarnya.
Penyebab tidak berjalannya pengiriman sampah selama lima hari ini, karena di Pemkot Serang tengah melakukan musyawarah secara internal. Adapun rapat digelar pada Senin (25/10) di Kota Serang.
Sementara, Bidang Pesampahan DLH Kota Tangsel, hingga Senin sore masih menunggu informasi hasil rapat. Hasil itu untuk memastikan pengiriman sampah. Adapun problem yang ada di sana tentunya Pemkot Tangsel tak mau mengomentari.
“Yang pasti, kerjasama ini bukan hitung-hitungan business to business. Tapi ini saling membantu sesama saudara antar daerah,” tambahnya.
Dijelaskan, dalam satu hari sampah yang dikirim ke Serang mencapai 400 ton dengan jumlah armada sebanyak 40 unit. Per hari, satu unit dapat mengangkut sampah hingga dua kali tarikan.
Wisman Syah mengaku, sejak sampah setiap harinya dikirim ke Serang, kondisi TPS Cipeucang, Serpong relatif normal.
“Sekarang sudah balance kondisi di Cipeucang dengan dilakukan pembuangan sampah ke Serang,” jelasnya.(din)
















Komentar