SERPONG, Sebanyak 170 guru dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Tangsel dan masyarakat umum mengikuti sosialisasi empat pilar yang diselenggarakan oleh Kelompok 1 Badan Sosialisasi MPR RI yang diketuai oleh Sugiono dari Fraksi Gerindra dan Pengurus IGI Tangsel bertempat di Swiss-Bell Serpong,Kemarin.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Fraksi PDIP Abidin Fikri, Anggota Fraksi PKS Saadiah Uluputy, anggota fraksi PAN Muhammad Syafrudin. Dan narasumber Ahmad Gaus seorang dosen, penulis serta budayawan.
Ketua IGI Arrizal M. Yunus berharap para anggota IGI dapat meneruskan materi sosialisasi ini kepada orang-orang sekitar, serta memberikan informasi pentingnya 4 Pilar kepada peserta didik masing-masing.
“Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini sangat essential dalam rangka memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Guru juga merupakan elemen penting di dalam menyampaikan semangat tersebut,”ungkapnya.
Anggota Fraksi PDIP, Abidin Fikri menyatakan bahwa perjuangan para pendiri bangsa harus terus digaungkan kepada generasi muda Indonesia.
Demikian dikatakan anggota MPR dari Fraksi PDIP yang hadir secara daring. “Negara ini dapat terbentuk dan dalam kondisi hingga saat ini adalah buah pemikiran yang mampu menyiapkan rel untuk berjalannya bangsa Indonesia di masa depan.”jelasnya.
Sementara itu menurut Anggota Fraksi PKS, Saadiyah, mengatakan negara RI dapat berdiri bukan hanya peran para founding father tetapi juga adanya peran founding mother. Yakni peran para wanita yang mendukung para founding father. Oleh karena itu secara umum, peran wanita dalam pendirian RI tidak dapat dipandang sebelah mata.
“Selanjutnya 4 pilar kebangsaan ini juga sangat penting dipahami para wanita Indonesia masa kini agar dapat mendidik putra-putrinya menjadi generasi yang cinta tanah air. Dalam kesempatan ini Saadiyah juga hadir secara daring di tengah perjalanan dinasnya ke Majalengka, Jabar.”katanya.
Empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus dikuatkan dalam jiwa seluruh bangsa Indonesia dimanapun ia berada. Demikian dikatakan Bang Rudy, panggilan akrab Syafrudin. Hal ini sangat penting karena rasa kebangsaanpun bisa menipis karena pengaruh berbagai hal. Demikian lanjut anggota MPR RI dapil Lombok ini.
Tampil sebagai pembahas, Ahmad Gaus mengawali narasinya dengan mengutip teori perang Sun Zi, bahwa untuk memenangkan pertempuran kita harus berada di tempat yang lebih tinggi. Sebagai bangsa Indonesia, tempat tertinggi yang yang dimiliki adalah 4 pilar kebangsaan tersebut.
“Kita dapat menjadi bangsa modern tanpa tercerabut dari akar kebangsaan,” demikian tandas peneliti senior CSRC UIN Jakarta dan dosen Bahasa dan Budaya SGU Serpong ini.
Lebih lanjut ia menyatakan bahwa kegiatan ini juga merupakan upaya merajut nilai-nilai hubungan spiritual dengan para pendiri bangsa agar generasi muda Indonesia memiliki rasa cinta tanah air seperti yang dimiliki para founding father dan founding mother Indonesia. Demikian seraya mengutip pendapat Abidin Fikri dan Saadiyah Uluputty.
Sementara itu dalam sesi diskusi peserta cukup antusias memberikan pertanyaan dan tanggapan. Dipandu oleh Sofa Sofiana, terungkap usulan salah satu peserta agar peran kesultanan lokal yang banyak memberikan sumbangan materiil pada saat Indonesia baru berdiri dicatat dalam sejarah.
“Banyak kesultanan daerah yang memberikan ribuan gulden sebagai modal awal berdirinya RI, namun hal ini jarang tercatat dalam sejarah Indonesia,” demikian ungkap peserta dari Forum Dzuriyat Kesultanan Banten. Menanggapi hal ini anggota FPAN tersebut menyambut positif dan akan membawanya ke pembahasan di MPR RI. Ia juga menyarankan agar IGI mengganti slogannya dengan Bahasa Indonesia. “Supaya lebih Indonesia,” demikian ujarnya.
Acara ditutup dengan pembacaan puisi “Kembalikan Indonesiaku Padaku” karya Taufik Ismail dan “Sahabat” oleh Bang Rudy.(lim)
















Komentar