SERPONG UTARA-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi bencana di Situ Pondok Jagung, Kecamatan Pondok Aren, Rabu (25/8). Di apel itu, BPBD melibatkan Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
BPBD membawa perlengkapan water rescue dan alat selam, Damkar membawa peralatan untuk evakuasi gedung runtuh atau kecelakaan transportasi, sedangkan Satpol PP memperlihatkan alat evakuasi pohon tumbang dan vertical.
Pada tahun-tahun sebelumnya, apel kesiapsiagaan dihelat dengan meriah dan wah. Dengan menampilkan berbagai keahlian dari relawan. Namun dengan kondisi Covid-19 saat ini, maka dilaksanakan secara sederhana.
Apel dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangsel, Chaerudin. Dalam kesempatan itu dia menyampaikan agar semua instansi harus selau siap siaga dalam mengahadapi bencana. Baik dari segi SDM yang terlatih serta sarana prasarana pendukung.
Lanjutnya, bagaimanapun juga kondisi cuaca sangat mempengaruhi suatu wilayah, baik itu kemarau atau musim penghujan. Maka dari itu kesiapan menjadi kunci yang perlu diperhatikan bersama.
“Tetap satu komando. Agar ketika terjadi bencana masyarakat merasa aman dan bencana bisa tertangani dengan cepat,” ujarnya.
Chaerudin menambahkan, bahwa SDM amat mempengaruhi dalam penanganan bencana. Memiliki jiwa yang semangat, disiplin dan kerja cepat efektif dan tepat sasaran, melakukan koordinasi dengan lintas sektoral dalam penanganan bencana adalah langkah yang harus dilakukan, maka dari itu sangat penting.
“Harus memiliki jiwa yang tangguh, pantang menyerah, fokus kerja keras dan efektif agar sukses menangani bencana ketika di lapangan,” tuturnya.
Tak hanya terkait dengan aspek SDM saja, namun juga yang perlu diperhatikan berkenaan dengan aspek peralatan. Sebab peralatan sama halnya dengan SDM menjadi satu hal yang sangat penting untuk mempermudah proses evakuasi korban dan juga penanganan pasca evakuasi.
“Dalam penanganan bencana tidak hanya pemerintah yang harus turun tangan. Jadi penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat,” ujar ia.
Melalui apel siaga bulan pengurangan resiko bencana tersebut dapat membangun komitmen bersama terlibat aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana di seluruh wilayah rawan bencana.(din)
















Komentar