JAKARTA – Hasil survei yang diselenggarakan Charta Politika Indonesia menunjukkan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden (capres) di jika Pemilihan Umum (Pemilu) diselenggarakan saat ini.
“Kalau kita lihat data setahun atau dua tahun terakhir, kecenderungannya semakin mengerucut dan makin membesar ke tiga nama. Tiga besar ini sangat sulit digeser dalam setahun terakhir,” ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, saat merilis hasil survei secara virtual, Senin (25/4).
Berdasarkan simulasi terbuka, Ganjar memiliki elektabilitas sebesar 26,6 persen, disusul Prabowo (22 persen), dan Anies Baswedan (19,7 persen).
Di bawah tiga nama tersebut terdapat sejumlah tokoh yang memiliki elektabilitas di antara 3-5 persen. Yakni, Ridwan Kamil (4,1 persen), Sandiaga Uno (3,8 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (3,3 persen), dan Khofifah Indar Parawansa (3 persen).
“Kalau kita lihat tiga besar, tentu saja jauh karena dia sudah melampaui data angka 20 persen. Sementara, peringkat keempat kelima masih ada dalam angka satu digit dan beberapa nama lain,” bebernya.
Pola serupa juga muncul dalam simulasi tertutup sepuluh nama. Ganjar berada di posisi teratas dengan elektabilitas 29,2 persen, diikuti Prabowo (23 persen), dan Anies (20,2 persen).
Elektabilitas enam nama lainnya masih berada di bawah 5 persen, yakni Sandiaga (4,9 persen), Ridwan Kamil (4,8 persen), AHY (3,4 persen), Khofifah (3,3 persen), Puan Maharani (1,8 persen), Erick Thohir (1,5 persen), dan Airlangga Hartarto (1 persen).
Hasil survei ini juga menunjukkan, Sandiaga Uno merupakan sosok dengan elektabilitas tertinggi sebagai calon wakil presiden dengan angka 25,4 persen.Nama-nama lain yang masuk bursa elektabilitas calon wakil presiden antara lain Ridwan Kamil (16,4 persen), Khofifah (8,9 persen), AHY (7,3 persen), dan Puan (6,1 persen).
Yunarto menduga, tingginya elektabilitas Sandiaga sebagai cawapres disebabkan rekam jejak Sandiaga yang maju sebagai cawapres pada Pemilihan Presiden 2019. “Saya pikir itu menjadikan brand positioning-nya cukup kuat ketika ditanyakan sebagai sosok cawapres,” duga Yunarto.
Survei ini dilakukan pada 10-17 April 2022 dengan responden sebanyak 1.220 yang dipilih melalui penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling).
Dengan jumlah sampel tersebut, survei ini memiliki margin of error sebesar ± 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (RM.id/AY)
















Komentar