oleh

Rusia Dicoret Jadi Tuan Rumah Final Piala Champions 2022

JAKARTA – Final Liga Champions 2022 dipastikan akan dihelat di Paris, Prancis setelah Rusia dicoret dari ajang sepakbola bergengsi tersebut, karena telah menyerang Ukraina pada Kamis (24/2).

Padahal sebelumnya, final kompetisi klub paling bergengsi di Eropa itu akan dimainkan di St Petersburg pada 28 Mei mendatang.

Namun, setelah pertemuan pada hari ini, Jumat (25/2), Badan Sepakbola Eropa UEFA mengkonfirmasi pertandingan tidak akan diselenggarakan di Gazprom Arena. Melainkan di Stade de France di Paris.

Pemindahan ajang final dalam waktu singkat ini dilakukan UEFA tiga kali berturut-turut, setelah final 2020 dan 2021 yang terdampak pandemi Covid-19.

“UEFA menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron atas dukungan dan komitmen pribadinya, untuk memindahkan pertandingan paling bergengsi sepak bola klub Eropa ke Prancis pada saat krisis luar biasa,” demikian pernyataan UEFA, seperti dikutip BBC, Jumat (25/2).

“Bersama pemerintah Prancis, UEFA akan sepenuhnya mendukung upaya multi-stakeholder untuk memastikan penyediaan fasilitas keselamatan bagi pemain sepakbola dan keluarga mereka di Ukraina, yang menghadapi penderitaan yang mengerikan, kehancuran dan kehilangan tempat tinggal,” imbuhnya.

Dalam pertemuan hari ini, UEFA juga memerintahkan klub dan tim nasional Rusia dan Ukraina untuk memainkan pertandingan kandang mereka di luar wilayah tersebut.

Spartak Moscow adalah satu-satunya tim Rusia yang tersisa di kompetisi klub Eropa musim ini, setelah mencapai babak 16 besar Liga Europa.

Siapa lawan pasti mereka di final nanti, salah satunya adalah juara Liga Skotlandia Glasgow Rangers, akan diketahui dalam hasil drawing pada pukul 11.00 GMT.

Bersama tim Rusia dan Ukraina lainnya, Spartak diharuskan memainkan pertandingan kandang mereka di tempat netral, sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Rusia dan Ukraina dijadwalkan memainkan pertandingan play-off Piala Dunia 2022 Putra pada Maret mendatang. Terkait hal ini, Badan Sepakbola Dunia (FIFA) mengatakan, pihaknya akan terus memantau situasi di wilayah tersebut.

Rusia akan menjamu Polandia di Moskow pada 24 Maret, sementara Ukraina diagendakan melakukan perjalanan ke Skotlandia pada hari yang sama.

Tak Bahas Gazprom

Dalam pernyataan yang mengumumkan keputusannya, UEFA tidak menyebutkan hubungannya dengan perusahaan raksasa gas milik negara Rusia, Gazprom.

Gazprom adalah salah satu sponsor utama UEFA dalam kesepakatan jangka panjang senilai sekitar 30 juta poundsterling, serta memegang hak penamaan untuk stadion berkapasitas 68 ribu di St Petersburg.

Gazprom juga sponsor utama klub Jerman Schalke, yang telah mengumumkan akan menghapus logo perusahaan tersebut dari kemeja klub, Kamis (24/2).

Terkait hal ini, Alex Phillips, mantan Eksekutif UEFA yang sekarang menjadi Penasihat Independen FIFA mengatakan, UEFA harus serius merevisi dengan siapa mereka menerima sponsor.

“Ketika saya berada di UEFA, saya adalah kepala kepatuhan. Saya menulis serangkaian peraturan yang merekomendasikan hal-hal penting terkait lembaga. Kami sampaikan secara terbuka,” tegas Phillips kepada Today BBC Radio 4. (NET/AY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya