BALI – Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menegaskan dukungan PLN terhadap KTT G20, yang akan dihelat di Bali pada 30-31 Oktober mendatang.
Menurutnya, KTT G20 adalah suatu event yang sangat penting sekali. Mengingat Presiden Jokowi menjadi Ketua G20 dan menjadi host dalam acara internasional tersebut.
“Dalam proses G20 ini ada showcase mengenai tantangan perubahan iklim. Bumi semakin memanas. Karena itu, kita akan tunjukkan, adanya transisi dari energi fosil ke energi yang bersih, energi baru terbarukan. Dari energi yang impor, menjadi domestik. Salah satunya, dengan penggunaan mobil listrik,” papar Darmawan dalam keterangan pers usai peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging di Bali, Jumat (25/3).
Darmawan menuturkan, PLN mendukung penuh gelaran G20 dengan membangun SPKLU. Baik itu yang ultra fast charging, maupun home charging.
“Ini adalah bukti komitmen PLN dalan mendukung G20. Khusus untuk G20 di Bali, ada 656 kendaraan listrik yang akan beroperasi selama perhelatan G20. Untuk itu, kami tengah membangun 21 SPKLU ultra fast charging dengan tambahan 60 unit. Selain itu, juga ada tambahan 150 home charging,” beber Darmawan.
Dia memastikan, seluruh kendaraan listrik yang akan digunakan pada momen G20 akan selalu bisa dilayani dengan charging yang mumpuni, yang tersedia dengan baik.
Dalam transisi energi, PLN akan mengurangi emisi gas rumah kaca di tahun 2060.
Dalam konteks business as usual tanpa adanya intervensi, emisi GRK akan meningkat menjadi 920 juta ton per tahun. Namun, PLN bertekad akan menurunkan menjadi nol ton per tahun.
“Itulah bukti komitmen kepemimpinan Jokowi dalam menghadapi perubahan iklim. Kami akan melaksanakannya secara efektif, melalui operasional di lapangan,” tandas Darmawan. (AY)













Komentar