oleh

Persiapan Ujian, Sekolah di Tangsel Kembali Terapkan PTM Terbatas Mulai Pekan Depan

CIPUTAT TIMUR, Mulai pekan depan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan akan kembali menerapkan sistem pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bagi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), mulai Selasa (1/3/2022) mendatang. 

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni saat dihubungi, Jumat (25/2/2022). 

Namun, kata Deden, tak semua siswa dapat melaksanakan PTM terbatas tersebut. Siswa yang diperbolehkan hanyalah mereka yang duduk di bangku kelas tertinggi, 6 SD dan 3 SMP. 

Sementara untuk sisanya, masih harus menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). 

“Minggu depan masih PJJ, tapi untuk kelas tertinggi, kelas 6 (SD) dan 9 (3 SMP) PTM terbatas ya,” ujar Deden. 

Deden menjelaskan, penerapan PTM terbatas ini hanya dilakukan dengan kapasitas kelas sebanyak 50 persen.

“Berlaku mulai Selasa (1/3/2022). Satu pekan ke depan, sampai hari Jumat (4/3/2022),” paparnya. 

Deden menerangkan, penerapan PTM terbatas tersebut dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan. Salah satunya yang paling penting, yakni sebagai persiapan para siswa kelas 6 SD dan 3 SMP untuk menghadapi ujian sekolah. 

“Ini kan hanya untuk (siswa) di kelas tinggi untuk menjelang ujian, jadi untuk persiapan,” terangnya. 

Selain itu, penerapan PTM terbatas ini juga telah mendapat rekomendasi dari berbagai pihak, melalui evaluasi rutin yang dilakukan.

“Kita kan setiap minggu evaluasi kepada semua elemen, kami (Dindik), Dewan Pendidikan, sekolah, pengawas, dan paling utama itu dari Dinkes dan Satgas Covid-19. Nah itu menjadi dasar pengambilan keputusan kami, PJJ atau PTM. Nah kemarin kan ada penurunan kasus secara umum. Walaupun masih tinggi, tapi jika dibandingkan dengan minggu kemarin itu ada penurunan. Walaupun belum kembali ke titik awal kenaikan kasus,” paparnya. 

Evaluasi itu juga, kata Deden, yang nantinya akan dijadikan rekomendasi dalam penerapan kegiatan pembelajaran pada pekan selanjutnya. 

Deden menyatakan bahwa jika tren penularan terus mengalami penurunan, maka tak menutup kemungkinan pihaknya kembali menerapkan PTM terbatas untuk kelas-kelas lainnya. 

“Kita bertahap hingga ada penurunan kasus. Setelah itu evaluasi sepekan sekali. Insya Allah kalau kasus terus turun dan landai, minggu depannya bisa PTM terbatas. Makanya kita sengaja terapkan bertahap ini, PTM kita uji coba dulu di kelas tinggi. Kita lihat dulu evaluasinya bagaimana,” pungkasnya. (RMN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya