CIPUTAT– Dua unit kotak amal milik pesantren dan yatim dhuafa raib digondol maling di Warteg Subsidi Bahari, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Aksi pencurian itu pun terekam CCTV yang ada di dalam warteg. Dalam rekaman video tersebut, terlihat ada dua pelaku yang sedang beraksi.
Terlihat satu pelaku tengah berusaha mengambil kotak amal. Dia memakai topi abu-abu dan hitam, mengenakan kaos abu-abu dan membawa tas ransel berwarna merah.
Sedangkan, satu pelaku lainnya menunggu di luar warteg dengan motor dalam kondisi hidup bersiap bergegas. Pelaku ini memakai kacamata, kaos lengan pendek, dan tas selempang. Wajahnya pun cukup jelas tertangkap kamera pengintai milik warteg.
Pengelola warteg, Rujito (39) membenarkan, adanya aksi pencurian dua kotak amal di wartegnya itu. Menurutnya, saat itu dua pelaku berpura-pura membeli makanan dan kopi.
Tak hanya itu, pelaku juga berpura-pura menukarkan uang receh untuk dipakai membeli celana jeans. “Mereka pura-pura makan, yang satu makan, yang satu minum. Dia punya receh banyak, nuker receh yang satu bercanda katanya buat beli celana, hasil ngamen,” kata Rujito.
Rujito menerangkan, dua kotak amal milik pesantren dan yatim dhuafa itu digasak saat istrinya yang saat itu melayani makan sedang melanjutkan masak di dapur.
Dua kotak amal itu diketahui hilang setelah Rujito akan memasukkan uang koin ke dalam kotak amal tersebut. Tetapi, dia terkejut lantaran kotak amal itu sudah raib.
Menurutnya, kotak amal tersebut berada di wartegnya sudah hampir tiga bulan belum diambil oleh pihak yayasan yatim dhuafa. “Kotak amal itu sudah ada sejak saya jualan lagi setelah lebaran dan belum diambil oleh pemilik. Mungkin isinya sudah ada Rp 500 ribu lebih,” ungkap Rujito.
Kanit Reskrim Polsek Ciputat Timur, Iptu Deni Nova membenarkan adanya aksi pencurian dua kotak amal milik pesantren dan yayasan yatim dhuafa itu. Meski sudah tiga hari berlalu, pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan identitas pelaku dan masih dalam penyelidikan.
“Belum, masih penyelidikan. Korban tidak melapor ke pihak kepolisian, tapi kami tetap lakukan penyelidikan dan mencari pelaku,” pungkasnya. (dra)
















Komentar