SETU-Komisi I DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyayangkan sikap arogan pejabat Pemkot Tangsel ke wartawan. Sekda dan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) harus melakukan pembinaan terhadap pejabat tersebut.
Arogansi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel, E. Wiwi Martawijaya yang hendak memukul salah satu wartawan media daring yakni, Yudi menjadi sorotan Komisi I DPRD Kota Tangsel. Diketahui usai menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangsel, Wiwi Martawijaya terlibat perdebatan dengan Yudi. Hingga nyaris memukul pekerja media tersebut.
Sekretaris Komisi l DPRD Kota Tangsel, Drajat Sumarsono mengatakan, pejabat publik itu tidak boleh bersikap arogan, tetapi harus melayani. Apalagi di dalam era keterbukaan informasi publik seperti sekarang ini, pejabat publik harus memberikan informasi terlebih kepada para wartawan yang bekerja untuk memberikan informasi kepada masyarakat.
“Sudah gak zaman pejabat publik itu arogan, apalagi sampai menantang-nantang kepada siapapun. Tugas wartawan itu memang meliput berita,” katanya, Rabu (23/6).
Politisi PDIP itu juga menjelaskan, kalau ada yang tidak puas dengan berita yang disajikan oleh media, maka bisa menggunakan hak jawab atau masih ada saluran lainnya melalui Dewan Pers. “Sudahlah, gak usah pake cara-cara arogan. Kalau tidak mau komentar, lebih baik diam tidak menjawab. Atau no comment,” bebernya.
Menurutnya, Pemkot Tangsel melalui Sekretaris Daerah (Sekda) sebagai pejabat birokrasi tertinggi bersama Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) harus bisa melakukan pembinaan kepada mereka yang masih menggunakan cara-cara yang arogan. “Sekda dan BKPP Tangsel harus bisa melakukan pembinaan. Supaya apa? Supaya cara-cara arogan tidak terjadi lagi,” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Dispora Tangsel Wiwi Martawijaya diperiksa Kejari Kota Tangsel terkait kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kota Tangsel Rp 7,8 miliar, Selasa (22/6). Usai menjalani pemeriksaan, Wiwi enggan berkomentar saat diwawancarai sejumlah wartawan. Wiwi malah menanyakan wartawan yang bernama Yudi. “Males saya banyak yang goreng-goreng. Yang mana namannya Yudi, Yudi Babeh, panggil sekarang,” kata Wiwi.
Pertanyaan tersebut langsung dijawab Yudi. “Saya pak,” jawab Yudi. Mendengar orang yang ditanyanya itu ada disampingnya, secepat kilat Wiwi mengepalkan tangan kananmya hendak memukul Yudi. Melihat reaksi Wiwi yang sudah mengepalkan tangan kanannya, Yudi pun terkejut. “Galak amat bapak,” kata Yudi.
Kalimat yang dilontarkan Yudi pun langsung dijawab Wiwi dengan nada emosi. “Emang galak gua mah,” cetus Wiwi.
Sikap Wiwi dipicu lantaran dirinya merasa geram terkait pemberitaan dugaan tindak pidana korupsi dana hibah yang melibatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangsel. (dra)
















Komentar