oleh

Firli Paling Kaya dan Lili Paling Miskin

JAKARTA – Selain pejabat negara, pimpinan KPK juga wajib melaporkan harta kekayaannya. Lantas berapa jumlah kekayaan dari 5 pimpinan KPK ini? Sesuai LHKPN yang dilaporkan, Ketua KPK Firli Bahuri yang paling kaya. Sedangkan yang paling miskin dibanding 4 pimpinan yang lain ditempati Lili Pintauli Siregar.

Daftar kekayaan pimpinan lembaga anti rasuah itu, bisa dilihat di situs E-LHKPN KPK. Dalam laporan yang terakhir diupdate pada 22 Februari 2022 lalu itu, Firli punya kekayaan Rp 20,7 miliar. Hartanya paling banyak dalam bentuk tanah dan bangunan senilai Rp10,4 miliar.

Jenderal polisi bintang tiga ini punya 8 unit tanah dan bangunan. Rinciannya, 5 di Bekasi, dan 3 di Bandar Lampung. Ia juga punya 2 unit motor dan 2 unit mobil senilai Rp 903 juta. Selain itu, Firli juga punya kas dan setara kas senilai Rp9,3 miliar. Kerennya, Firli tak punya utang.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, harta pucuk pimpinan lembaga anti rasuah ini naik Rp 1,1 miliar. Sebab, dalam laporan 2021 untuk periodik 2020, Firli ketika itu punya harta Rp 19,5 miliar.

Orang kaya kedua di jajaran pimpinan KPK adalah Nurul Ghufron. Ia punya harta Rp 15,4 miliar. Sebagian besar hartanya berupa tanah dan bangunan senilai Rp 13,9 miliar. Gufron punya 14 tanah dan bangunan yang tersebar di Jember, Jakarta Selatan, Bogor, serta Jakarta Timur. Selebihnya alat transportasi senilai Rp 297 juta, berupa 1 unit mobil dan 1 unit motor.

Eks Dosen di Fakultas Hukum Universitas Jember tersebut juga diketahui mengantongi harta bergerak lainnya senilai Rp 162 juta. Kemudian, surat berharga Rp 500 juta. Kas dan setara kas Rp1,4 miliar serta harta lainnya Rp 174 juta.

Hebatnya, kekayaan Ghufron naik lebih tinggi dari Firli dalam setahun terakhir. Yakni mencapai Rp 1,9 miliar. Sebab di tahun sebelumnya ia melaporkan harta sebanyak Rp 13,4 miliar.

Rangking ketiga dipegang oleh Alexander Marwata. Dalam laporan teranyar, 7 Februari lalu, sang wakil ketua KPK ini mengantongi kekayaan senilai Rp 9,2 miliar. Wujudnya, tanah dan bangunan senilai Rp 3,5 miliar.

Kekayaan lainnya, berupa alat transportasi senilai Rp 432 juta. Terdiri dari sepeda onthel; dua motor; dua mobil; serta dua sepeda mewah.

Pimpinan KPK yang sudah 2 periode menjabat ini juga punya harta bergerak lainnya senilai 172 juta, surat berharga Rp 2 miliar serta kas dan setara kas senilai Rp 3 miliar. 

Meskipun jadi orang kaya ketiga, lonjakan harta Alex adalah yang paling signifikan dibandingkan pimpinan KPK yang lain. Yakni mencapai Rp 2,2 miliar dibanding tahun sebelumnya. Karena, dalam laporan tahun 2021 untuk periodik 2020, Alex diketahui mengantongi harta sebanyak Rp 7 miliar.

Di urutan keempat, Nawawi Pomolango diketahui punya harta kekayaan sebesar Rp 3,4 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan Rp 1,8 miliar, alat transportasi senilai Rp 557 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp 125 juta. Kemudian, kas dan setara kas Rp 732 juta, serta harta lainnya Rp 330 juta. Namun, ia juga punya utang sebanyak Rp 150 juta.

Meskipun jadi orang miskin kedua di jajaran pimpinan KPK, harta kekayaan Nawawi juga tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp 1,19 miliar dalam setahun terakhir. Sebab, jika dibandingkan dengan laporan 2021 untuk periodik 2020, Nawawi saat itu mengantongi harta Rp 2,2 miliar.

Terakhir, pimpinan KPK yang termiskin adalah Lili. Harta kekayaannya dalam laporan terbaru pada 22 Februari 2022, adalah Rp 2,2 miliar. Sebagian besar berbentuk tanah dan bangunan yang tersebar di Tangerang Selatan dan Deli Serdang senilai Rp 2 miliar.

Dia juga punya alat transportasi senilai Rp 727 juta, berupa 2 unit mobil dan 3 unit motor. Lalu, harta bergerak lainnya senilai Rp 40 juta, kas dan setara kas Rp 200 juta serta harta lainnya Rp 110 juta.

Namun, Lili juga punya utang dalam jumlah cukup besar juga yakni mencapai Rp 850 juga. Karena itu setelah ditotal, ia mengantongi harta Rp 2,2 miliar.

Meskipun pernah melanggar kode etik dan mendapat sanksi pemotongan gaji, ternyata harta Lili juga mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Yakni mencapai Rp 490 juta dalam setahun terakhir. Penambahan kekayaan itu diketahui dari selisih laporan harta Lili tahun terakhir dibandingkan tahun sebelumnya, berdasarkan laporan 2021 untuk periodik 2020 yang baru mencapai Rp 1,7 miliar.

Juru bicara KPK yang dikonfirmasi tadi malam, soal harta kekayaan pimpinannya ini tidak memberikan tanggapan. Namun, pegiat antikorupsi Erwin Natosmal Oemar menilai penambahan harta pimpinan KPK sebagai suatu kewajaran jika sesuai dengan besaran gaji dan tunjangan yang mereka terima dalam setahun. (SAR/AY)

Artikel trlqh tayang di rm.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya