oleh

Dosen Lecehkan Mahasiswi Hanya Diskorsing 5 Semester Tidak Boleh Mengajar

TANGERANG – Dosen berinisial SB diduga lecehkan mahasiswi semester 4 di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). Hal tersebut diketahui setelah korban mengadu kepada orang tua dan langsung melapor kepada pihak kampus.

Awalnya, aduan tersebut membuahkan hukuman kepada SB berupa skorsing mengajar selama 6 bulan (satu semester).

“Kita kasih punishment waktu itu karena acuan untuk ini kita kasih satu semester tidak boleh mengajar,” ujar Agus Kristian, Kepala Bagian Humas Universitas Muhammadiyah Tangerang saat dihubungi, Kamis, (24/3/2022).

Namun, sanksi tersebut dinilai sepihak dan keluarga korban meminta untuk audiensi lebih lanjut kepada pihak kampus dan SB.

Hasil audiensi menetapkan bahwa SB diskorsing selama 5 semester untuk tidak ikut mengajar.

“Pihak keluarga korban minta skorsing 5 semester, dan kita kabulkan,” ujar Agus.

Adapun putusan tersebut tertuang dalam surat Pemberitahuan Skorsing No. 511/III.3.AU/D/2022 tanggal 11 Maret 2021, yang ditandatangani Rektor Amrullah. Dengan menyatakan akan memberikan skorsing kepada SB untuk tidak mengajar selama 5 semester sejak tahun akademik 2021/2022 sampai 2024/2025.

Menurut informasi, kasus ini sudah terjadi pada Februari 2022 lalu.

“Sekitar bulan lalu, Februari,” lanjut Agus.

Namun, hal tersebut baru terungkap pada awal Maret 2022.

Diketahui, menurut pengakuan pihak keluarga korban, bahwa kejadian tersebut sempat dilakukan beberapa kali. Sehingga pada satu kesempatan, terdapat hal yang dinilai bahwa kelakuan Dosen Teater tersebut dianggap sudah berlebihan.

“Inikan dosen teater sama mahasiswi, nah itu dia latihan biasa, namanya dosen pas pamitan pulang atau bagaimana say hi atau bagaimana,” jelasnya.

“Tadinya biasa aja, entah seperti apa mungkin ada yang kelewatan atau seperti apa, makanya mahasiswi ini tidak terima,” lanjut Agus.

Meski sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan SB mendapatkan skorsing mengajar selama 5 semester.

Ke depannya, pihak kampus berharap agar tidak lagi ada korban. Kalau pun memang ada, nanti akan difasilitasi untuk menangani hal tersebut. Serta mendorong agar siapa pun yang mengetahui hal tersebut lagi, untuk segera disampaikan pada pihak kampus.

“Jangan sampai ada korban lain, kemungkinan jika harus ada yang harus bertanggung jawab untuk kejadian serupa, nanti akan difasilitasi,” pungkasnya. (SH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya