oleh

Pemprov Banten Simulasi Sekolah Tatap Muka di Lebak

LEBAK-Sebanyak 55 kepala sekolah tingkat SMA, SMK, dan SKh Negeri se-Kabupaten Lebak melakukan simulasi dan evaluasi terkait kesiapan sekolah tatap muka.

Gubernur Banten, Wahidin Halim menjelaskan, simulasi dan evaluasi penting dilakukan untuk meminimalkan risiko terhadap penularan dan penyebaran Covid-19. “Evaluasi dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dan mendapat dukungan dari para kepala sekolah,” ungkap Gubernur, Rabu (24/3).

Ia mengatakan, saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, sekolah tatap muka diizinkan dengan protokol kesehatan ketat dan terbatas. Sehingga harus memperhatikan status zona wilayah dalam pandemi Covid-19, ketersediaan ruangan, kesiapan guru, para siswa dan orang tua, dan sebagainya.

Kepada para kepala sekolah dan guru, Wahidin berpesan, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), mereka harus disiplin dan taat melaksanakan protokol kesehatan. Pemerintah dan negara terus berusaha menangani dan menanggulangi Covid-19. “Kalau kita tidak disiplin terhadap protokol kesehatan, bakal menjadi lahan subur berkembangnya Covid-19,” ungkap Gubernur.

Ia juga meminta kepala sekolah dan guru SMK harus berani mengkaji lagi pembidangan-pembidangan yang sudah jenuh. Perubahan jurusan bisa terjadi dalam dua atau tiga  tahun.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani melaporkan, kegiatan simulasi ini diikuti oleh 55 orang kepala sekolah se-Kabupaten Lebak, jajaran pejabat Kantor Cabang Dinas Kabupaten Lebak, serta jajaran pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.(yul)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya