oleh

Kalung Masker Diminati di Papua, Omset Sebulan Rp 20 Juta

SERPONG-Kalung masker sedang jadi primadona. Aksesoris ini menjadi penambah manis ketika dipakai dengan masker. Tak heran jika bisnis barang tersebut laku keras.

Seperti dialami seorang ibu rumah tangga di Serpong, Uti Yanni. Dari semula memproduksi aksesoris biasa, kini dia putar haluan dengan membuat kalung masker. “Kalung masker ini sejak pandemi, tetapi kalo aksesoris sejak 2007. Sejak pandemi memutuskan untuk pindah haluan,” ujar Yanni.

Pembeli kalung masker ini sudah sampai ke berbagai pulau. Berkat kalung masker Yanni memiliki lebih 20 reseller di Papua. Tidak hanya Papua ada beberapa reseller yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia seperti Pekanbaru, Jambi, Yogyakarta, Bandung, dan Depok. Dari kalung masker, Yanni berhasil meraih omset Rp 20 juta selama sebulan.

“Paling jauh ke Papua, sekali kirim banyak ke sana. Karena kita ada banyak reseller di Papua. Untuk model sendiri biasanya mereka ngambil langsung dari kita, kecuali customer mereka mau kostum,” jelasnya.

Tidak hanya menjual saja, ia juga memberikan pelatihan untuk remaja hingga ibu-ibu. Melalui kalung masker ini, ia dapat memberikan pekerjaan dan melakukan pemberdayaan untuk warga sekitar.

“Satu kalung ini dapat dipegang dua atau tiga orang. Karena ada bagian yang membutuhkan mata muda, seperti ikatan terakhir itu membutuhkan mata muda. Untuk orang tua itu biasanya kita tugaskan bagian yang gampang-gampang aja,” pungkasnya.(mg2/tiara)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya