oleh

Harga Kedelai Meroket, Ini Strategi Pengrajin Tahu di Tangsel

CIPUTAT TIMUR, Tahu dan tempe, makanan khas Indonesia yang kaya sekali dengan protein sempat menghilang di pasaran beberapa hari lalu. Hal itu disebabkan oleh harga kacang kedelai yang digunakan sebagai bahan pokok, melonjak begitu tinggi.

Namun hilangnya tahu dan tempe di pasaran kini telah usai. Para pengrajinnya, kini sudah mulai memproduksi makanan yang sangat kaya dengan protein tersebut.

Aktivitas produksi pembuatan makanan berbahan dasar kedelai itu, salah satunya dapat dijumpai di Pabrik Tahu Rengas milik Pak Tomi, yang berlokasi di Jalan H. Toran RT 01 RW 01, Rengas, Ciputat Timur, Tangsel, Kamis (24/2/2022).

Pemilik Pabrik Tahu Rengas, Tomi, 47 menuturkan, produksi kembali dilakukan meski harga bahan dasarnya masih terlampau tinggi.

Hal itu terpaksa dilakukannya, karena harga kacang kedelai tak kunjung turun meski ia dan seluruh pabrik menggelar aksi mogok produksi, selama tiga hari lalu.

“Harga kacang kedelai sekarang itu Rp11.400 per kilogramnya. Ini masih tinggi-tingginya, kalau normal itu sebelum tahun baru Rp9.700 per kilogram. Jadi dua bulan ini lumayan berat. Kita semua tutup akhirnya,” kata Tomi di pabrik tahunya tersebut.

Dalam sehari ia mampu memproduksi ratusan butir tahu, dengan modal saat ini hingga Rp2,28 juta dalam sekali produksi.

“Rata-rata sehari itu 1,5-2 kuintal. Hasil tahunya bisa ratusan tahu,” imbuhnya.

Tahu dengan khas warna kuning itu, kata Tomi, dijual dengan harga Rp47 ribu per 100 butir.

“Berarti satunya Rp470. Dijual kepada penjual tahu keliling. Jadi hanya memang dinaikkan,” katanya.

Produksi hari pertama pabrik Tahu Rengas Pak Tomi itu, turut dikunjungi Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan.

“Mengunjungi pabrik tahu yang sudah lama, di sini saya sebetulnya setahun lalu sudah datang. Saya teringat karena kemarin masalah harga kacang kedelai yang harganya sangat fantastis. Dan Alhamdulillah walaupun kemarin Pak Tomi, sempat tutup tiga hari. Alhamdulillah sekarang sudah dapat beroperasi kembali,” terang Pilar saat mengunjungi Pabrik Tahu Rengas Pak Tomi.

Pilar bersyukur, pengrajin tahu kini dapat melakukan kegiatan produksi kembali. Meski, harga tahu kini harus dinaikkan. Menurutnya itu adalah hal yang wajar.

“Tapi memang harga tahu sekarang ada kenaikan, disesuaikan. Tapi yang penting berangsur-angsur pulih, kami ingin industri kecil menengah khususnya tahu ini yang sudah turun-temurun jangan sampai tutup, karena permasalahan mahal harga kedelai ini,” tandasnya. (RMN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya