SERPONG – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan beserta jajarannya melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada sejumlah pasar untuk memantau harga dan stok pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.
Sidak dilakukan di dua pasar berbeda, yakni Pasar Tradisional Serpong, dan Pasar Modern BSD, Tangsel, Kamis, (23/12/2021).
Dalam inspeksinya itu, Pilar menemukan kenaikan harga pada sejumlah komoditi di kedua pasar tersebut. Namun kenaikan yang paling signifikan, terjadi pada harga cabai jenis rawit.
Bukan hanya rasanya, harga pada cabai rawit kini semakin pedas. Tak tanggung-tanggung, harganya kini melonjak hingga lebih dari 300 persen.
“Kita melihat bahwa ada kenaikan menjelang tahun baru. Kenaikannya sudah 10 harian, naik setiap hari. Kenaikan paling signifikan itu adalah harga cabai. Cabai mercon (rawit) itu yang paling tinggi,” papar Pilar usai melaksanakan sidak di Pasar Modern BSD, Tangsel.
Dalam sidaknya itu, ia juga sempat mengumpulkan informasi dari para pedagang ihwal penyebab kenaikan harga cabai yang fantastis itu.

Menurutnya, kenaikan harga hingga empat kali lipat itu terjadi lantaran adanya ketidakseimbangan antara tingkat penawaran (supply) dan permintaan (demand) dari masyarakat. Sehingga, harga terus meroket.
“Ya mereka menyampaikan bahwa kejadian ini biasa terjadi di akhir tahun. Karena kan sekarang masuk musim penghujan dan panen banyak gagal. Cabai itu kan pilihan. Kebutuhan juga banyak. Jadi harga meningkat,” terangnya.
Sementara itu, pedagang cabai, Jay, 25 saat dijumpai di Pasar Modern BSD, menuturkan bahwa kenaikan harga cabai jenis rawit mengalami kenaikan hingga lebih dari 300 persen. Kenaikan itu, terjadi secara terus-menerus pada setiap harinya.
“Cabai rawit mercon Rp120 ribu per kilo. Naik setiap hari Rp10 ribu. Harga normalnya Rp35 ribu,” kata Jay di lokasi yang sama.
Sedangkan cabai jenis lainnya, rawit hijau juga mengalami kenaikan hingga 100 persen.
“Rawit hijau Rp 60 ribu per kilo, normalnya Rp 30 ribu per kilo,” tuturnya.
Pantauan di lokasi, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada komoditi cabai saja. Namun juga sejumlah barang lainnya, seperti, telur, bawang, minyak goreng, hingga beras curah.
Kenaikan tersebut, diprediksi terjadi akibat pasokan yang mulai menipis. Namun di sisi lain, tingkat permintaan atau demand dari masyarakat terus mengalir. (RMN)
















Komentar