PAMULANG-Para dewan hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) mendapatkan pembekalan jelang MTQ ke XII Kota Tangsel. Hal itu dilakukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Tangsel agar para dewan hakim memiliki kompetensi di bidangnya.
Bertempat di Gedung Keagaamaan, Pamulang, Selasa (22/6), puluhan dewan hakim serius mengikuti orientasi. “Tugas sebagai dewan hakim merupakan amanah besar, oleh sebab itu mereka harus menjalankan tugas sebaik mungkin. Karena yang dilakukan harus dipertangungjawabkan dunia dan akhirat,” ujar Abdul Rojak, Ketua III LPTQ Tangsel.
Jadi syarat mutlak MTQ berjalan lancar dengan menghasilkan qori dan qoriah memang dibutuhkan kesinambungan dengan para dewan hakim. Karena otoritas seleksi peserta layak jadi juara adalah mereka, sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki dari para dewan hakim.
“Itu yang dilakukan LPTQ Nasional dari waktu ke waktu berupaya menyempurnakan pedoman perhakiman dalam MTQ dan STQ (Seleksi Tilawatil Quran). Akan tetapi pedoman perhakiman sebagus apapun tanpa didukung oleh dewan hakim yang profesional dan berintegritas akan percuma,” tambah Rojak.
Lanjutnya, maka dari itulah para dewan hakim harus memahami pedoman dan teknik perhakiman atau penilaian. Dewan hakim harus bersikap jujur, adil, sopan, dan berwibawa dalam melaksanakan tugasnya, serta memegang teguh rahasia sebelum dan sesudah penilaian. “Selain itu dewan hakim juga harus profesional, objektif, berakhlak Qur’ani, sehat jasmani rohani, dan disiplin,” pesan Rojak.
Dalam orientasi itu, para dewan hakim diberi pembekalan sesuai bidangnya masing-masing. Dibagi menjadi 7 kelompok, yaitu Bidang Tilawah dan Syarhil Qur’an, Bidang Tahfizh dan Qiraat Sab’ah, Bidang Tafsir Bahasa Arab, Bidang Tafsir Bahasa Inggris, Bidang MKQ (Kaligrafi), Bidang MQK (Qiroatul Kutub), dan Bidang Hadits.
Para narasumber yang hadir yakni, KH M Sobron Zayyan, Hj Umi Husnul Khotimah, H Ahmad Dahuri, H Jawahir Hedjazzie, H. A. Tholabi Kharlie, KH Nasuha Abu Bakar, dan Dr H Fudhoili. Mereka adalah orang-orang yang memiliki disiplin ilmu pada bidang masing-masing sehingga bisa menyuplai keilmuan kepada para dewan hakim saat pelaksanaan MTQ pada 2-5 Juli nanti.
Ketua Panitia Kegiatan, Zaenal Muttaqin menambahkan, bahwa pada kegiatan ini turut diadakan uji kompetensi, simulasi penilaian, dan tes tertulis. Tujuannya agar mengasah kemampuan para dewan hakim ketika menjalankan tugas pelaksanaan MTQ.(din)
















Komentar