oleh

Bank Indonesia Nilai Perekonomian Banten Membaik saat Pandemi

SERANG-Di masa pandemi, sektor pertanian terbukti masih bisa bertahan bahkan menunjukan sisi positif. Karenanya, pemerintah didorong untuk memberikan anggaran yang besar terhadap sektor itu.

Demikian diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja, dalam Taklimat Media Laporan Perekonomian Provinsi Banten Periode Mei 2021 di salah satu hotel di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Selasa (22/6).

Dikatakan Erwin, anggaran pemerintah harusnya cukup besar untuk sektor pertanian. Seperti mendorong pemanfaatan lahan sehingga secara otomatis akan meningkatkan produktivitasnya. Dengan demikian, ini menjadi solusi agar perekonomian masyarakat di tengah pandemi tidak terlalu terpuruk. “Nilai tukar petani saat ini agak sedikit di bawah 100, itu harus dinaikan dengan perbaikan di sektor produksi dan juga distribusinya,” ungkapnya.

Sektor kedua yang harus ditingkatkan, sambung Erwin, yakni UMKM karena sangat dekat dengan pemberdayaan masyarakat. “Strategi yang harus ditempuh bagaimana pemerintah mengakselerasi pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat menengah ke bawah. Yang dekat itu adalah sektor pertanian dan UMKM. Usaha kecil menengah yang sederhana seperti tukang bakso atau warung. Itu akan sangat membantu,” tuturnya.

Erwin menerangkan, sejalan dengan aktivitas ekonomi global yang terus membaik terutama ditopang oleh pemulihan ekonomi AS yang semakin menguat, perekonomian nasional juga menunjukan perbaikan sebagaimana ditunjukan oleh berbagai indikator dini, seperti perbaikan ekspektasi konsumen dan penjualan online.

“Walaupun demikian, terdapat peningkatan kasus Covid-19 pasca liburan lebaran yang perlu diwaspadai seiring dengan mobilitas masyarakat yang terus berlanjut dengan rerata berada di atas level sebelum pandemi Covid-19,” jelasnya.

Dengan memperhatikan perkembangan terkini, respons kebijakan juga perlu dilakukan melalui sinergi berbagai otoritas antara lain dengan percepatan realisasi stimulus fiskal, peningkatan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha meretas credit crunch, keberlanjutan stimulus moneter dan makroprudensial serta digitalisasi ekonomi dan keuangan.

Adapun kondisi perekonomian pada triwulan I 2021, Erwin menjelaskan, perekonomian Banten semakin tumbuh membaik, secara quarter to quarter, pertumbuhan perekonomian Banten tumbuh sebesar 0,78% dan secara year on year kontraksi semakin mengecil menjadi sebesar -0,39%. “Secara sektoral, perbaikan kondisi ekonomi Provinsi Banten terutama didorong oleh peningkatan pada hampir seluruh sektor utama di Provinsi Banten,” ujar dia.

Beberapa sektor yang tumbuh meningkat pada triwulan I 2021 antara lain sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor pengadaan air, sektor informasi dan komunikasi, sektor konstruksi, serta sektor real estate.(yul)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya