oleh

Innalillahi, Asisten Rumah Tangga Akhiri Hidup Dengan Kain

TANGERANG-Astaghfirullah. AF, seorang asisten rumah tangga di Perumahan Serpong Garden 1, Ciasuk nekat mengakhiri hidupnya di bulan suci Ramadan ini. Dia didapati meninggal dunia dengan gantung diri di tangga besi.

 Kapolsek Cisauk, AKP Fahad Hafidhullhaq mengungkapkan, kasus gantung diri ini terungkap pada Sabtu (17/4). Kali pertama, majikan AF yang melaporkannya ke polisi.

 “Dugaannya sudah tiga hari, sudah bau busuk. Karena terakhir komunikasi dengan majikannya itu tanggal 13 April dan baru diketahui tanggal 17 April,” katanya, Kamis (22/4).

 Kanit Reskrim Polsek Cisauk, Iptu Margana menerangkan, dugaan sementara AF nekat mengakhiri hidupnya karena depresi dengan masalah rumah tangganya. Hal itu diketahui, usai pihaknya menghubungi suami AF yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat.

 Dari keterangan suaminya berinisial S, diketahui bahwa S menduga istrinya itu memiliki hubungan dengan pria lain. Dugaan itu muncul, setelah S mendapat pesan singkat yang tak biasa dari sang istri.

 “Tidak ada masalah pak, cuma ada SMS nyasar ke saya dari dia. Biasanya kan manggil saya mas, ini kok sayang. Mungkin mau dikirimkan ke selingkuhannya, nyasar ke saya. Terus saya bilang, kalau udak nggak sayang sama saya udah pisah nggak papa,” kata Margana menirukan perkataan S, suami AF.

 Meski begitu, Margana menyebut, motif tersebut tidak kuat dan sulit pembuktiannya. Terlebih, dirinya hanya berkomunikasi dengan suami korban melalui telepon. “Karena hanya komunikasi lewat telepon motif tersebut susah dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

 Lebih lanjut Margana menuturkan, sebelum ditemukan tewas gantung diri, AF sempat menghubungi majikannya yang sedang berada di Jakarta. Dia menannyakan kepulangan majikannya itu.

 “Sempat hubungi majikannya menanyakan kapan pulang. Itu komunikasi terakhir, setelah itu sudah hilang kontak,” tuturnya.

 Dari hasil pemeriksaan, Margana memastikan, bahwa AF murni nekat mengakhiri hidupnya dan tidak ada tindak kekerasan apapun. Ditambah, semua pintu rumah tersebut dalam keadaan terkunci rapat.

 “Majikannya sempat kebingungan karena semua pintu tertutup rapat. Akhirnya melaporkan ke pihak lingkungan dan melaporkan ke kami. Semua barang tidak ada yang hilang dan handphone korban juga aman,” paparnya.

 Kepolisian langsung mengevakuasi jenazah AF yang terikat kain dan outopsi di RSUD Tangerang. “Jenazah sudah dimakamkan pada Minggu (18/4). Kini rumahnya kosong, sementara majikan korban sedang mengungsi di hotel,” pungkasnya. (dra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya